5 Poin Medical Check Up Keuangan

Anda mungkin sesekali banyak mendengar mengenai Medical Check Up kesehatan (MCU). Betul, Medical Check Up ini dilakukan untuk memantau keaadaan kondisi kesehatan ditubuh kita. Yang perlu dilakukan yaitu tes darah, untuk memeriksa kadar gula darah disaat puasa, lalu kadar gula setelah melakukan sarapan. Selain dari gula darah biasanya yang 1 paket dalam melakukan tes darah adalah tes asam urat dan kadar kolesterol. Medical Check Up kesehatan juga memeriksa kondisi kesehatan jantung, dilakukan dengan menggunakan tes EKG (elektrokardiografi) dan juga melakukan tes berlari di alat treadmill. Kondisi didalam tubuh kita juga akan diperiksa menggunakan alat USG (Ultrasonografi). Banyak bagian tubuh kita yang akan dimonitor dan dipantau kesehatannya, tergantung dari paket Medical Check Up kesehatan yang diambil.

Dengan cara melakukan Medical Check Up kesehatan ini kita bisa mengetahui indikasi penyakit apa saja di dalam tubuh kita yang mungkin akan dapat membahayakan kondisi kesehatan kita. Indikasi tersebut belum tentu disebabkan oleh suatu penyakit, tetapi dengan cara mengetahui indikasi indikasi tertentu tersebut yang muncul, kita bisa melakukan antisipasi dengan sigap dan cepat atas penyakit yang mungkin akan menyebabkan indikasi tersebut.

Misalnya saja pada saat sedang melakukan puasa kadar gula darah menjadi tinggi, kemudian setelah melakukan sarapan malah bertambah tinggi kadar gula darah tersebut, kemungkinan besar masalah kesehatan ada di pankreas yang dapat menimbulkan suatu penyakit kencing manis. Atau bisa jadi adanya gejala penyumbatan jantung yang terlihat di hasil rekam pemeriksaan ektrokardiogram (EKG), maka ada beberapa factor penyebabnya, misalnya kadar kolesterol yang cukup tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi bisa disebabkan dari gaya hidup atau pola makan makanan yang berkolesterol tinggi tanpa diimbangi oleh olahraga yang cukup.

check-up-keuangan

Ini artinya Medical Check Up kesehatan atau bisa memberitahukan kepada kita sedini mungkin untuk indikasi awal apabila terjadi permasalahan kesehatan didalam tubuh kita. Hal yang sama juga ternyata berlaku pada kondisi keuangan kita apabila kita melakukan Medical Check Up keuangan atau Financial Check Up . Hal ini sama saja dilakukan seperti MCU kesehatan, yaitu dengan cara memeriksa seluruh status atau kondisi keuangan kita, apabila ada indikator atas keadaan (status) keuangan yang perlu mendapat perhatian, maka kita akan segera mengetahuinya dan dapat dengan cepat mengambil suatu tindakan antisipatif untuk segera memperbaikinya, tanpa harus menunggu dulu menjadi suatu penyakit yang kronis sehingga akan menyebabkan kondisi keuangan malah bertambah parah.

Berikut ini merupakan langkah langkah penting dalam melakukan Medical Check Up keuangan :

1. Jumlah Utang
Berapakah total jumlah utang Anda pada saat ini? Rp 100 juta? Rp 500 juta? Atau mungkin Rp 1 miliar? Masing-masing personal tentunya mempunyai jumlah utang yang sangat berbeda-beda, ada juga seseorang yang tidak mempunyai utang sama sekali. Jadi berapa sih total jumlah utang yang masih digolongkan sehat secara finansial?

Baca juga : Cara menghitung Debt to Asset Ratio

Salah satu indikator yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah jumlah seluruh utang Anda masih sehat atau tidak yaitu dengan cara menghitung Debt to Asset Ratio, yaitu caranya adalah dengan membandingkan jumlah utang Anda dengan jumlah aset yang Anda punya. Sebaiknya jumlah keseluruhan utang Anda berada di bawah angka 50% dari jumlah aset kekayaan Anda. Cara simple nya melihat kelesuruhan utang yaitu dengan melihat baki debet di informasi debitur di SLIK jika anda mempunyai utang KPR atau mempunyai kartu kredit.

2. Kekayaan Bersih
Ini masih saling berhubungan dengan total jumlah utang yang Anda punya. Untuk dapat menghitung kekayaan bersih, Anda hanya mengurangkan seluruh total jumlah aset yang Anda punya dengan utang yang Anda punya saat ini. Jika hasilnya nihil atau kosong, maka itu artinya Anda tidak mempunyai kekayaan sama sekali karena seluruh aset kekayaan Anda dibiayai seluruhnya oleh utang. Semakin besar asset kekayaan bersih Anda maka itu juga semakin baik kondisi keuangan Anda.

3. Arus Kas
Pepatah mengatakan “besar pasak daripada tiang”. Untuk item ini, Anda cukup mengurangkan pemasukan dengan semua pengeluaran Anda. Jangan sampai terjadi pengeluaran Anda lebih besar daripada pemasukan Anda itulah maksud dari perumpaan tadi, sehingga terjadi minus pada arus kas kita. Jika ini sampai terjadi, maka ada dua pilihan alternatif yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara menambah pemasukan, atau dengan mengurangi pengeluaran. Bisa juga dengan cara kedua-duanya sekaligus.

4. Dana Darurat
Seperti namanya, dana darurat ini dipersiapkan untuk situasi dalam keadaan darurat yang mungkin saja terjadi kapan saja pada diri Anda ataupun anggota keluarga Anda. Misalnya keadaan darurat Anda di-PHK oleh kantor Anda, atau kendaraan Anda rusak parah di tengah perjalanan saat diluar kota sehingga menyebabkan sebuah part mobil harus diganti dengan harganya yang cukup mahal. Dana darurat yang tersedia yang jumlahnya cukup dan memadai merupakan salah satu parameter kesehatan keuangan Anda.

Berapakah jumlah dana darurat yang dirasa cukup memadai? Antara 3 s.d 12 kali dari pengeluaran bulanan Anda, tergantung pada status Anda, apakah anda berkeluarga atau single, kalaupun berkeluarga apakah dengan jumlah 1 anak, atau keluarga dengan jumlah 2 anak atau bahkan lebih.

5. Asuransi
Perlindungan atas kemungkinan terjadinya risiko keuangan juga adalah salah satu indikator paling penting dalam kondisi keuangan Anda. Apa saja sih risiko keuangan yang akan terjadi pada diri Anda atau anggota keluarga? Salah satu risiko keuangan yang pada umumnya terjadi adalah kondisi sakit atau meninggal dunia. Apabila Anda sakit, maka Anda akan segera berobat ke Rumah sakit dan menemui dokter, kemudian membeli obat di apotek, tentunya semua itu memerlukan dana. Kalaupun sakitnya ringan mungkin tidak akan sangat berpengaruh pada keuangan Anda, namun jika sakitnya kronis bahkan sampai dirawat inap di rumah sakit, maka itu lain ceritanya.

Ada juga beberapa kondisi penyakit yang menyebabkan Anda harus sampai dioperasi, apabila Anda belum mempunyai asuransi kesehatan yang cukup mengcover biayanya, maka akan ada risiko terpengaruhnya kondisi keuangan jika Anda sampai sakit.

Demikian juga dengan asuransi jiwa, apabila Anda sampai meninggal dunia, maka kondisi keuangan keluarga akan sangat berpengaruh karena hilangnya si pencari nafkah. Sangat penting untuk Anda mempunyai asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan yang cukup untuk keluarga Anda.

Medical Check Up Keuangan

Anda sebaiknya jangan meremehkan gejala-gejala kondisi keuangan yang Anda hiraukan, jika Anda merasa utang Anda terlalu besar, atau pengeluaran bulanan Anda terlalu besar sehingga tidak ada sisa disetiap bulannya, maka Anda harus segera lakukan Medical Check Up keuangan. Kita gak akan pernah tau kondisi keuangan Anda sedang dalam bahaya besar atau tidak.

Baca Juga : Cara Pemesanan Cek informasi debitur SLIK

Lakukanlah Medical Check Up keuangan secara rutin minimal 3 bulan atau 6 bulan sekali dengan cara cek informasi debitur SLIK. Atau anda dapat melakukan Medical Check Up keuangan secara mandiri. Misalnya disetiap tahunnya pada disaat Anda membuat laporan SPT Tahunan. Pada saat itu Anda pasti akan menghitung jumlah utang dan aset (termasuk dana darurat). Dengan mengetahui jumlah asset dan utang maka Anda sudah dapat menghitung berapa kekayaan bersih Anda. Anda tinggal selangkah lagi melakukan perhitungan arus kas dan juga memeriksa polis asuransi Anda.

Prinsip Keuangan Dengan Pola 10 – 20 – 30 – 40 Cara Unik Mengelola Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *