Apa Benar BI Checking Bisa Dihapus Setelah 5 Tahun?

Pertanyaan Seputar BI Checking

Masyarakat awam menyangka bahwa tercantum dalam daftar blacklist di Bank Indonesia tidak akan menjadi sebuah masalah, karena BI checking akan dengan sendirinya dihapus setelah meleati 5 tahun. Tetapi apa benar begitu?

Definisi BI Checking

Sebelum mengupas lebih detail lagi membahas hal tersebut, ada baiknya kita memahami definisi BI Checking itu sendiri, sebenarnya apa yang dimaksud dengan BI Checking dan kenapa BI Checking begitu penting sekali dalam hal pinjam-meminjam dengan pihak perbankan. BI Checking merupakan proses pengecekan data yang dapat dilakukan oleh pihak bank saat calon nasabah akan mengajukan pinjaman ke bank. Pihak bank biasanya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia, mengapa pihak bank harus melalui proses pengecekan ini? Sebab bank wajib mengetahui untuk kelayakan calon nasabahnya dalam mendapatkan suatu pinjaman.

Dari proses pengecekan BI Checking, pihak bank biasanya untuk mendapatkan hasil berupa SID. Di dalam selembaran IDI Historis, bank dapat melihat status kelancaran pembayaran yang dilakukan si calon peminjam dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Jika memang kedapatan ada skor dalam hasil BI Checking tersebut buruk dan menandakan bahwa si calon (nasabah) peminjam kurang layak untuk mendapatkan pinjaman, maka pihak bank akan mengurungkan niatnya atau dengan kata lain pengajuan anda Di Tolak.

Saat calon nasabah mulai tercatat di BI Checking tidak layak inilah yang biasanya masalah mulai sering bermunculan. Biasanya di saat kondisi ekonomi mulai mendesak, solusi yang sering diambil adalah dengan cara meminjam uang ke bank. Tetapi, jika kondisinya tidak layak dimata bank, sudah tentu nasabah akan mendapatkan kesulitan jika akan mengajukan pinjaman lagi di masa yang akan datang. Hal yang demikian inilah disebabkan karena berdasarkan hasil rekam jejak IDI Historis (BI Checking), calon nasabah pernah menunggak atau terlambat untuk melakukan pembayaran angsuran dan dianggap juga oleh pihak bank tidak bertanggungjawab dengan pembayaran angsurannya.

Apa Benar BI Checking Bisa Dihapus Setelah 5 Tahun?

Kapankah waktu yang tepat agar calon nasabah tersebut dapat kembali mengajukan pinjaman dibank? Disaat namanya sudah kembali pulih dari blacklist BI. Lalu, apa benar BI Checking bisa dihapus setelah 5 tahun? Jawabanya salah , Tidak sama sekali, kecuali calon nasabah yang bersangkutan melunasi seluruh utang beserta bunganya.

Pada intinya, walaupun bank baru melakukan BI Checking setelah 10 tahun kemudian, jika calon nasabah tersebut pernah melakukan tunggakan atas pembayaran angsuran cicilan, makanya dia akan tetap masuk dalam daftar blacklist BI. Tidak ada standarisasi dari Bank Indonesia patokannya berapa lama biasanya terdaftar dalam blacklist BI, kecuali si calon nasabah tersebut benar-benar melakukan pelunasan atas semua tunggakan yang pernah dimilikinya.

Baca Juga : Apa itu Blacklist Bank dan cara Menghindarinya

Oleh karena itu, cara satu-satunya yang harus dilakukan adalah dengan cara melunasi semua tunggakan. Setelah nasabah melunasi tunggakannya, biasanya Anda akan langsung mendapatkan bukti pelunasan dari pihak bank berupa Surat Keterangan Lunas (SKL) dari bank ini buat buktu Lunas Anda yang akan dapat digunakan dikemudian hari dan untuk menunjukkan bahwa status tunggakan yang pernah terjadi di masa lalu sudah lunas, kemudian mintakan ke pihak bank penerbit yang Anda sudah Lunasi pinjamannya tersebut untuk segera melaporkan pelunasannya ke Bank Indonesia agar dapat terupdate di IDI Historis (BI Checking) dan nama Anda segera kembali bersih dari blacklist BI setelah Bank Indonesia sudah mengUpdate data Anda yang sudah dilaporkan Bank penerbit.

Baca Juga : Laporan Permohonan Penghapusan Nama dari daftar Blacklist Bank Indonesia

Hambatan dalam Melunasi Tunggakan

Biasanya utang yang masih tertunggak bukan disebabkan nasabah tersebut tidak mempunyai niat baik untuk segera melunasi utang tersebut, hanya saja biasanya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang berhalangan hadir untuk melunasi utangnya. Beberapa hal yang sering terjadi contohnya meninggalnya sang suami sebagai tulang punggung keluarga dan pinjaman kredit tersebut tidak dilindungi oleh asuransi kredit, yang menyebabkan utang kredit tersebut ‘diwariskan’ ke anggota keluarga lainnya yang sudah terdaftar dalam satu Kartu Keluarga.

Penyebab lainnya contohnya karena mengalami PHK atau pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Masalah utang biasanya akan mulai bermunculan ketika sumber pendapatan utama tiba-tiba hilang begitu saja. Selain itu juga, adanya penyakit atau musibah juga dapat menjadi penyebab utama. Uang yang seharusnya dapat dialokasikan ke pembayaran angsuran cicilan, jadinya harus teralihkan untuk kebutuhan yang lain yang lebih mendesak. Masih banyak penyebab lainnya yang berpotensi menjadi penyebab angsuran cicilan yang tertunggak yang akan berujung membuat nama nasabah tersebut menjadi masuk dalam daftar Blacklist BI dan tidak mungkin akan lolos proses BI Checking dari bank.

Cara Agar Terbebas dari Tunggakan dan Membersihkan Nama dari Blacklist BI

Anda dapat segera memanfaatkan 3 jenis program bank yang bisa meringankan beban Anda dalam melunasi utang yang masih berjalan :

Diskon/Potongan dalam Satu Kali Bayar

Jenis program diskon yang satu ini memungkinkan bagi nasabah agar seluruh utangnya dapat berkurang jadi lebih kecil. Selaras dengan namanya, meskipun para nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya, mereka tetap harus langsung membayar dalam satu kali bayar.

Angsuran yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon (Potongan) dalam satu kali bayar, program yang satu ini sangat cocok bagi mereka yang secara ekonomi lebih kecil. Singkatnya, nasabah yang mempunyai tunggakan kartu kredit atau KTA bisa memperpanjang tenor cicilannya supaya menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih kecil daripada bunga yang sudah berlaku pada umumnya.

Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program diskon yang satu ini, jenis program diskon ini adalah gabungan dari dua jenis program di atas, yaitu nasabah akan mendapatkan potongan diskon kemudian sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan angsuran cicilan. Pihak bank juga dapat melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah mempunyai kondisi penunjang yang akan membuatnya semakin sulit untuk dapat melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa saja mendapatkan program yang ini (dengan catatan pihak bank yang bersangkutan mempunyai program tersebut).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *