Apa Itu Blacklist Bank dan Cara Menghindarinya

Sebagian dari kita tentu pernah mendengar kata blacklist. Blacklist merupakan pemblokiran terhadap suatu akses sehingga seseorang yang telah diblokir tidak dapat mengakses atau mendapatkan hak terkait suatu hal. Blacklist juga berlaku di lembaga keuangan salah satunya adalah bank. Ada berbagai faktor mengapa suatu bank melakukan blacklist terhadap seseorang. Tentunya karena track record terutama dalam hal keuangan yang terdapat masalah atau riwayat yang kurang baik. Misalnya, ketika seseorang melakukan pinjaman atau kredit di suatu bank namun tidak membayarkan kreditnya hingga jatuh tempo. Atau seseorang yang tidak membayarkan tagihan yang harus ia bayarkan ke bank dan sebagai gantinya ia membiarkan bank mengambil barang jaminan yang ia miliki dan banyak lagi kasus lainnya.

Pada dasarnya bank tidak akan melakukan blacklist pada seseorang apabila ia memiliki track record yang baik, dan sebaliknya apabila orang tersebut tidak dapat dipercaya dan memiliki riwayat yang buruk maka bank dapat mengambil keputusan untuk melakukan blacklist pada orang tersebut. Konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang yang telah diblacklist oleh bank adalah mengalami penolakan ketika mengajukan permohonan atau aplikasi kredit.

Blacklist dapat dilakuka oleh bank terhadap nasabahnya baik perseorangan / individu, kelompok organisasi, badan hukum, maupun perusahaan yang terkena sanksi karena memiliki riwayat perkreditan yang buruk hingga merugikan pihak bank ataupun negara. Sedangkan menurut OJK, blacklist dapat dikenakan pada oknum baik individu, kelompok maupun perusahaan dalam skala besar yang telah melakukan penarikan cek kosong. Data para oknum pelaku penarikan cek kosong tentu akan tercatat secara lengkap dan tidak ada yang tertutupi pada daftar hitam nasional (DHN). Sedangkan sanki yang akan diterima oleh nama-nama yang tercantum di DHN akan bervariasi sesuai dengan kasusnya. Sanksi tersebut dapat berupa penutupan buku rekening hingga tindakan pidana yang diproses di pengadilan.

H (SID) pada BI akan merekam seluruh data masyarakat yang memiliki masalah dalam hal tunggakan / hutang pada bank atau lembaga keuangan sejenis. Sistem ini akan merekam dan menjadi titik kumpul bagi seluruh data yang dilaporkan dan diupdate setiap waktu tertentu oleh seluruh lembaga keuangan di Indoensia.

Berbagai lembaga keuangan yang tergabung dalam SID memiliki kewajiban untuk melaporkan kepada BI terkait informasi nasabahnya. Lembaga keuangan yang tergabung diantaranya adalah berbagai bank umum baik negeri maupun swasta. Bank Indonesia memiliki pernan vital yaitu sebagai regulator moneter di Republik ini. Melalui SID, maka seluruh bank dapat berbagi informasi terkait data nasabah misalnya ketika seorang nasabah akan mengajukan kredit, status dan riwayatnya dapat dicek melalui SID apakah ia sedang memiliki tanggungan di bank lainnya.

Pengajuan kredit pada suatu bank akan dinilai dan dilakukan evaluasi oleh pihak bank terkait. Hal ini bertujuan untuk mengecek apakah anda merupakan nasabah yang dapat dipercaya dalam memenuhi kewajiban anda dalam pembayaran kredit atau justru sebaliknya. Apabila anda memiliki track record yang baik dalam hal perkreditan, maka anda tidak perlu khawatir dan pengajuan kredit anda tentu akan lancar. Namun sebaliknya apabila anda pernah mengalami masalah perkreditan / tunggakan, maka terdapat kemungkinan bahwa pengajuan kredit anda akan mengalami penolakan dari pihak bank.

Ketika anda memiliki riwayat tunggakan yang buruk sehingga anda mengalami berbagai penolakan ketika pengajuan kredit, maka dapat dikatakan bahwa anda telah mengalami blacklist oleh bank. Blacklist dapat dilakukan oleh berbagai macam bank karena riwayat anda telah terekam dan dapat diakses oleh seluruh bank yang ada di Indonesia.

Riwayat Kredit Individual

BI Checking atau SID (Sistem Informasi Debitur) Suatu Keharusan Untuk Persetujuan Kredit
BI Checking atau SID (Sistem Informasi Debitur) Suatu Keharusan Untuk Persetujuan Kredit

Pada dasarnya riwayat kredit dapat dibagi menjadi lima kategori. Kategori ini dibuat berdasarkan kepatuhan nasabah dalam memenuhi kewajibannya dalam hal kredit. Kelima kategori ini diantaranya adalah :

  • Kategori lancar
  • Kategori dalam perhatian khusus
  • Kategori kurang lancar
  • Kategori diragukan
  • Kategori macet

Kategori-kategori yang telah disebutkandi atas diberikan berdasarkan poin nasabah. Nasabah dengan poin tertinggi adalah dengan kategori macet dan akan memiliki peluang blacklist yang lebih besar dibandingkan dengan kategori dibawahnya. Kategori ini dapat berubah-ubah sesuai dengan update pembayaran kredit anda. Apabila pada awalnya anda masuk dalam kategori dalam perhatian khusus, lalu anda melakukan pembayaran kredit anda hingga lunas maka selanjutnya anda termasuk dalam kategori lancar.

Cek! Apakah Nama Saya Masuk dalam Blacklist Bank?

Apabila anda ingin mengajukan permohonan atau aplikasi kredit pada bank namun sering kali mendapatkan penolakan, mungkin hal pertama yang terbersit di banak anda adalah nama anda telah diblacklist oleh bank tersebut. Namun, sebaiknya anda jangan lantas khawatir karena pada umumnya nama-nama yang masuk dalam daftar blacklist adalah mereka yang melakukan tindakan pidana berupa pencairan dana dengan cek kosong. Selain itu mungkin melakukan tindak kejahatan seperti melakukan pinjaman dan tidak dibayarkan kembali kewajibannya.

Oleh karena itu anda bisa memastikan sceara langsung dengan melihat status anda pada SID. Anda bisa mengakses SID secara pribadi. Sebagai informasi, SID dapat diakses oleh masyarakat umum dan tidak hanya lembaga keuangan saja.

Apabila anda ingin memastikan riwayat status keuangan anda dalam SID, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mengajukan permintaan informasi debitur individual (IDI). IDI dapat anda ajukan melalui Biro Informasi Kredit di BI. Anda dapat melakukannya baik secara online maupun offline. Apabila letak Bank Indonesia tidak jauh ari jangkauan anda maka anda bisa mengajukan berkas langsung serta menanyakan berbagai informasi lebih lanjut terkait prosedurnya. Sedangkan akases online bisa dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Bank Indonesia. Aplikasi online mengharuskan anda mengisi seluruh formulir, selanjutnya anda akan mendapatkan konfirmasi melalui akun email anda. Pihak Bank Indonesia (admin) akan mengirimkan jadwal untuk mengambil IDI melalui akun email anda, selanjutnya anda bisa mencetaknya dan datang ke kantor BI untuk bisa mendapatkan IDI tersebut. Syarat untuk mengambil IDI selain print out adalah kartu identitas diri (KTP).

Bagaimana Jika Riwayat Kartu Kredit Saya Keliru Ditatatkan SID?

Sistem SID mungkin merupakan sistem yang canggih, namun bukan berarti bebas dari kekeliruan dan kesalahan. Mengapa? Karena data yang diinput melalui SID dilakukan oleh manusia oleh karena itu tentu ada kemungkinan untuk terjadi kekeliruan. Kekeliruan yang terjadi misalnya ketika seseorang telah melunasi seluruh hutangnya pada bank namun masih memiliki status kredit yang kurang lancar atau misalnya gagal mendapatkan kredit dari bank hanya karena memiliki riwayat belum membayarkan materai dan sebagainya. Oleh karena itu anda bisa melakukan pengecekan dan mengkonfirmasi apabila terdapat kesalahan pada nama dan status anda agar kedepannya urusan anda menjadi lebih lancar.

Kekeliruan yang terjadi mungkin merupakan kelalaian dari pihak bank misalnya terkait informasi yang salah input. Oleh karena itu sebaiknya ada segera melakukan klarifikasi agar pihak bank dapat memperbaiki informasi tersebut dan melakukan update pelaporan data ke SID. Pihak yang dapat merubah atau merevisi adalah pihak bank yang melaporkan atau menginput informasi terkait.

Perihal keuangan merupakan suatu hal yang harus selalu kita pastikan dengan teliti dan hati-hati karena riwayat keuangan yang buruk sangat mungkin untuk mengalami kesulitan pada beberapa hal di masa depan. Misalnya saat pengajuan kredit atau hal-hal terkait lembaga keuangan lainnya. Apabiala ada pihak luar yang menawarkan jasa penghapusan nama dari blacklist bank sebaiknya anda tidak serta merta memercayainya. Karena penghapusan blacklist bank memiliki prosedur tertentu dan hanya dapat dilakukan oleh pihak bank terkait dan Bank Indonesia.

Tips Agar Riwayat Kredit Bagus

Beberapa tips di bawah ini merupakan informasi mengenai perkreditan dan pembayaran atau menunaikan kewajiban sesuai dengan ketentuan. Beberapa tips yang perlu anda ketahui diantaranya adalah:

1.             Jangan Berhutang Melebihi Kemampuan

Besar pasak daripada tiang merupakan ungkapan bagi mereka yang memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Jangan sampai hal ini terjadi pada diri anda. Anda sebaiknya memperhitungkan terlebih dahulu penghasilan anda dan hutang yang ingin anda ajukan. Jangan sampai cicilan yang harus anda bayarkan tiap bulannya lebih dari 30% gaji anda. Hal ini tentu akan membuat anda kewalahan.

2.             Jangan Terlalu Konsumtif Menggunakan Uang Pinjaman

Perilaku konsumtif tentu akan menjadi momok bagi anda terutama jika anda adalah pengguna kartu kredit. Satu hal yang harus anda ingat bahwa kartu kredit tersebut bukan uang anda dan anda memiliki kewajiban untuk membayar kembali sebelum jatuh tempo. Oleh karena itu anda harus cermat dalam menggunakannya. Pastikan barang yang ana beli merupakan kebutuhan anda yang vital / primer. Bedakan antara kebutuhan dan hanya sekedar keinginan semata.

3.             Komunikasikan Kesulitan Anda pada Bank

Dalam hidup ini, anda mungkin akan mengalami kejadian-kejadian yang tidak terduga sehingga akan mengganggu kondisi keuangan anda. Apabila anda mengalami kesulitan dalam membayar hutang anda pada bank, maka sebaiknya segera komunikasikan dan diskusikan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak. Misalnya anda tidak bisa membayarkan cicilan sesuai jadwal maka diskusikan untuk memperpanjang waktu pembayaran dan sebaiknya anda konsekuen dengan keputusan yang telah disepakati bersama sehingga akan baik bagi kedua belah pihak. Jangan sampai terjadi miskomunikasi hanya karena komunikasi yang kurang baik hingga menyebabkan anda harus berurusan dengan hukum.

Jangan Sampai Merugikan Diri Sendiri Akibat Hutang

Hutang merupakan suatu hal yang harus dibayarkan atau dalam hal ini merupakan suatu kewajiban. Oleh karena itu, apabila seseorang melanggar kewajibannya tentu aka nada konsekuensi yang didapat. Terkait dengan hal tersebut, blacklist dari bank mungkin bisa didapatkan oleh seseorang. Namun, blacklist hanya sebuah istilah dan bukan berarti BI menerbitkan daftar nama-nama orang yang diblacklist. Blacklist yang dimaksud disini adalah orang yang memiliki riwayat perkreditan atau keuangan yang buruk sehingga akan menyulitkan diri sendiri ketika akan mengajukan pinjaman. Oleh karena itu sebaiknya anda disiplinkan diri anda dan tunaikan kewajiban anda mulai dari sekarang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *