Bedanya Wiraswasta dan Karyawan Saat Pengajuan KTA

Kredit tanpa agunan tak hanya dapat diajukan oleh seseorang karyawan yang mempunyai slip gaji. Sebenarnya para wiraswasta pun bisa loh dalam menerima KTA ini. Bedanya dimananya ya?

Seorang karyawan mungkin lebih mudah dalam menerima pinjaman KTA dibandingkan seorang wiraswasta. Pernyataan tersebut memang dapat dibenarkan, karena produk KTA adalah produk pinjaman tanpa menggunakan jaminan, oleh karenanya status karyawanlah dan slip gaji itulah yang dijadikan jaminan bagi bank penerbit untuk menilai suatu kemampuan kredit seseorang agar dapat membayar angsuran.

Pada kenyataanya produk KTA pun bisa diajukan oleh siapapun termasuk wiraswasta. Tetapi, ada yang membuatnya beda yaiutu saat pengajuan produk KTA ini bagi wiraswasta dan karyawan? Beda bank penerbit, ternyata beda pula syarat dan ketentuan berlakunya. Dalam artikel ini, kita akan mengambil suatu contoh serta membandingkannya 2 produk KTA dari 2 bank penerbit, yaitu Bank DBS & BII

Karena KTA Tanpa sebuah Jaminan, Jadi Harus Ada Pengganti Jaminannya

Telah disebutkan di paragraf diatas bahwa mengapa karyawan yang berpenghasilan atau yang mempunyai slip gaji tetap lebih gampang menerima KTA ini. Alasannya salah satunya adalah gaji tetap yang demikian oleh bank akan dijadikan jaminan. Bukan jaminan yang berbentuk wujud atau benda, tapi pihak bank dapat menilai suatu kemampuan membayar kredit dari seorang debitur karena pendapatannya tetap. Dari penghasilan yang diterima setiap bulannya, pihak bank pun bisa dapat menghitung dari rasio kredit dari seorang karyawan.

This slideshow requires JavaScript.

Tidak hanya berupa gaji, bank pun memberikan syarat ke karyawan minimal masa kerja. Sejatinya, seorang karyawan yang akan mengajukan pinjaman KTA mempunyai masa kerja selama 2 tahun atau paling minimal 1 tahun dengan masa kerja di pekerjaan sebelumnya adalah lebih dari 2 tahun.

Baca Juga : ini Dia KTA Tanpa BI Checking

Lalu, bagaimana untuk seorang wiraswasta?

SIUP - TDP - NPWP
SIUP – TDP – NPWP

Untuk seorang wiraswasta, catatan untuk penghasilannya serta masa kerjanya harus dibuktikan melalui dokumen seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Dari dokumen yang dimiliki tersebut, seorang wiraswasta dapat diketahui tentang penghasilan serta masa kerjanya.

Karyawan Menerima Gaji, Seorang Wiraswasta Memberi Gaji

Poin ini terkait mempunyai perbedaan minimal penghasilan yang diterima atau dimiliki seseorang karyawan. Maksudnya, beberapa produk KTA membedakan syarat untuk minimal penghasilan yang dimiliki antara seorang wiraswasta dan karyawan.

Misalnya adalah KTA dari Bank DBS. Saat karyawan ingin mengajukan KTA dari bank DBS ini, mereka membutuhkan syarat penghasilan kotor minimal sebesar Rp 3 juta rupiah perbulan. Sedangkan untuk wiraswasta, bank DBS ini menetapkan penghasilan kotor sebesar Rp 7 juta/bulan.

Cobalah bandingkan dengan KTA dari BII. Pada bank yang sudah tergabung dalam grup Malayan Banking Berhad, Malaysia, ini, seorang karyawan yang akan mengajukan KTA di BII diwajibkan mempunyai penghasilan minimal sebesar Rp 2,5 juta/bulan, atau Rp 30 juta/tahun. Itu pun dibedakan lagi antara wilayah Jabodetabek dan diluar Jabodetabek. Karena, untuk luar Jabodetabek penghasilan minimal yang dibutuhkan adalah Rp 24 juta/tahun. Sedangkan, untuk seorang wiraswasta, BII mempunyai standar untuk penghasilan minimal yang dimiliki seseorang wiraswasta untuk mengajukan KTA-nya adalah sebesar Rp 4 juta/bulan atau Rp 48 juta/ tahun.

Kamu Butuh Kartu Kredit, Tetapi Beda Limit

Beberapa pihak bank pun saat ini sudah menerapkan syarat kepemilikan dari kartu kredit untuk produk KTA yang akan dimilikinya. Hal ini bertujuan untuk menilai riwayat serta kemampuan kredit dari calon nasabahnya. Tetapi, antara wiraswasta dan karyawan, ada perbedaaan dari segi limit kartu kredit yang harus dimiliki.

Contohnya saja KTA dari Bank DBS, yang mensyaratkan kepemilikan dari kartu kredit dengan minimal limit Rp 6 juta untuk pengajuan KTA bagi seorang karyawan, dan Rp 7 juta untuk KTA bagi wiraswasta. Berbeda pula dengan BII, limit kartu kredit yang disyaratkan sama, baik untuk wiraswasta ataupun karyawan. Bedanya adalah seorang karyawan untuk masa kepemilikan kartu kreditnya harus minimal 1 tahun, sedangkan untuk yang wiraswasta masa kepemilikan kartu kreditnya adalah 2 tahun.

Baca Juga : 3 Hal Salah dan Benar Dalam Membayar Setiap Tagihan Kartu Kredit

Pensiun, Lebih Baik Pikir-pikir Lagi untuk Mengajukan Pinjaman

Bagi seorang karyawan yang mau mendekati masa pensiun kurang dari 2 tahun lagi dari masa kerja yang dimilikinya, sebaiknya anda sebagai karyawan pikir-pikir dulu sebelum mengajukan suatu pinjaman. Sudah tentu tidak disetujui. Contohnya saja BII, tenor pinjaman (KTA) yang diberikan tidak boleh melebihi usia nasabah saat jatuh tempo. BII mensyaratkan, untuk seorang karyawan maksimal usia untuk mengajukan pinjaman (KTA) adalah 55 tahun, sedangkan untuk seorang wiraswasta maksimal umur adalah 60 tahun dengan minimal limit Kartu Kredit si Pemohon adalah Rp 60 juta. Jadi, jika kamu seorang karyawan yang telah berumur 54 tahun kemudian mengambil produk KTA dengan tenor pinjaman selama 3 tahun, sudah dapat dipastikan permohonan kamu itu tidak disetujui.

Mau lebih jelas tentang perbedaannya, lihat tabel berikut ;

Syarat dapat berubah sewaktu-waktu
Syarat dapat berubah sewaktu-waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *