Begini Caranya Jual Data Nasabah Ke Sindikat Kejahatan Dari Oknum Marketing Kartu Kredit

Begini Caranya Jual Data Nasabah Ke Sindikat Kejahatan Dari Oknum Marketing Kartu Kredit

Di Zaman now ini masyarakat kudu lebih waspada dan extra hati hati lagi dalam menyerahkan data untuk pengajuan kartu kredit di salah satu bank. Karena ini salah satu indikasi kerahasian data pribadi bisa bocor oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab contohnya oknum marketing kartu kredit yang dapat menjualnya ke sindikat oknum kejahatan.

Seperti yang telah diungkap oleh pihak kepolisian pelaku oknum Marketing Kartu kredit Abdul Azia dan Edy Putralo, mereka adalah contoh oknum yang telah menyalahgunakan data nasabah yang kemudian data tersebut dipalsukan untuk tindak kejahatan

Para oknum pelaku tindak kejahatan tersebut memalsukan data data milik nasabah yang dahulu mereka punya dan kemudian data tersebut digunakan untuk membuat kartu kredit baru lagi, setelah kartu kredit di approve maka digunakan untuk keperluan berbelanja di supermarket atau gesek tunai untuk mendapatkan fresh money.

Modus yang digunakan oleh kedua pelaku tersebut dengan metode social engineering yaitu dimana sesudah mendapatkan data milik nasabah lalu kemudian data tersebut dibuatkan KTP Palsunya yang gunanya untuk dibuatkan kartu kredit baru ke pihak bank penerbit kartu yang sebelumnya sudah meminta SIM Card nomer telepon seluler si pemilik asli kartu kredit tersebut mendatangi langsung ke gerai telekomunikasi.

Modus pencurian Kartu kredit

Sindikiat ini mendapatkan data milik nasabah dari oknum marketing kartu kredit yang jualan di mall to mall, mereka mengumpulkan data nasabah biasanya tunggu sampai 1 tahun untuk melancarkan aksinya, oknum ini masih terus beredar di mall seluruh Nusantara , jadi waspadalah.

Data data yang mereka himpun berupa Nama lengkap, tanggal lahir, alamat lengkap hingga NPWP mereka copy , lalu copyan data tersebut dijual oleh seseorang. Yang kemudian data ini dimanfaat untuk membobol kartu kredit tersebut dengan metode social engineering, ungkap Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum dari Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi

Begini Caranya Jual Data Nasabah ke Sindikat Kejahatan

Begini Caranya Jual Data Nasabah ke Sindikat Kejahatan dari Oknum Marketing Kartu Kredit

Pertama, si kedua pelaku tersebut menggunakan data nasabah yang kemudian digunakan untuk membuat KTP Palsu. Lalu selanjutnya pelaku mencoba menghubungi pihak bank penerbit kartu kredit dan mencoba untuk diblokir kartu kredit si calon korban dengan alasannya kartu kredit hilang. Hal ini memudahkan lolos verifikasi dari pihak bank karena si pelaku sudah mengetahui data data nasabah sebelumnya.

Kedua, setelah kartu kredit baru sudah dibuat, maka si pelaku langsung mendatangi gerai telekomunikasi untuk meminta dibuatkan SIM card baru, dengan penyebabnya HP hilang atau HP dicuri. Pelaku pun menyertakan surat kuasa palsu si korban dengan memperlihatkan identitas si korban yang sudah dibuat sebelumnya “KTP Palsu” , ini akan mengecohkan petugas dari gerai telekomunikasi, dan pada akhirnya SIM Card bisa didapat dengan mudah.

Baca Juga : Lindungi Kartu kredit Anda saat Perjalanan Liburan Musim Panas

Setelah SIM card jadi maka SIM card tersebut fungsinya untuk aktivasi melalui SMS supaya mendapatkan nomor PIN kartu kredit milik si nasabah (korban) tersebut. Setelah PIN aktivasi sudah didapatkan maka si pelaku segera menggunakannya untuk melakukan transaksi kartu kredit tersebut untuk belanja ataupun mendapatkan fresh money dengan cara gesek tunai.

Saat ini pihak kepolisian sudah menyita barang bukti 2 bundel dokumn berupa data nasabah lebih dari 100 nasabah kartu kredit, Sepatu , kemeja , 6 unit ponsel, serta 1 unit motor yang telah digunakan untuk mengambil uang.

Dengan adanya artikel ini diharapkan bagi para pengguna kartu kredit agar lebih berhati hati lagi dan tetap waspada dalam memberikan data data pribadi ke orang lain yang baru kita kenal , entah itu sales kartu kredit, agen asuransi dan agen properti.

So ada baiknya Anda cek Laporan SLIK Anda secara berkala untuk mengetahui apakah ada pinjaman lain selain yang Anda punya sekarang, untuk menghindari tindakan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, jika menemukan pinjaman yang Anda tidak punya segera lakukan tidakan tegas ke pihak Bank dan kepolisian.

Nasib Mujur itu Ternyata Ada Rumusnya loh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *