Beginilah caranya Oknum Marketing Bank Menggelapkan Dana KTA Fiktif

Beginilah caranya Oknum Marketing Bank Menggelapkan Dana KTA Fiktif

Seorang oknum marketing sebuah bank, Faisal (35) telah ditangkap pihak polisi karena telah melakukan pemalsuan serta menggelapkan dana pencairan Kredit Tanpa Agunan (KTA) di salah satu bank swasta dikawasan Jakarta Selatan. Tersangka telah menguras keuntungan sekitar Rp 100 juta lebih dari hasil kejahatannya.

Bagaimana caranya tersangka menggelapkan dana KTA yang seharusnya milik nasabah tapi jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab?

“Dia ini kan seotang tenaga pemasaran KTA, tugasnya disetiap harinya ya mencari nasabah baru yang ingin mengajukan kredit pinjaman KTA. Nah, jika ada konsumen baru yang mengajukan pinjaman KTA , pastinya si calon nasabah selalu isi aplikasi data-data pribadi mulai dari nama, tanggal lahir, npwp, alamat rumah, alamat kantor dan segala macam identitas yang dibutuhkan pihak bank. Nah data tersebutlah data ini dipalsukan oleh si oknum marketing KTA ini untuk membuka rekening baru atas nama si calon nasabah,” ungkap Bapak Eko Hadi Santoso sebagai Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP.

Oknum marketing bank (Faisal)

Sementara itu, Kompol Aszhari Kurniawan sebagai Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkapkan, kasus ini terjadi sekitar akhir tahun 2015. Tersangka sebelumnya mengumpulkan data data aplikasi dari calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman kredit KTA ke banknya.

Seharusnya setelah data data aplikasi dari para calon nasabah sudah diterima, maka pihak bank tidak akan menghubungi nasabah tersebut melainkan dari pihak marketingnya atau dari pihak coustemer servicenya yang langsung menyampaikan ke pihak nasabah bahwa pinjaman kredit KTA-nya telah disetujui,” ungkap Aszhari.

Tetapi, bukannya segera menginformasikan langsung kepada si nasabah bahwa pinjaman kreditnya telah disetujui, dan juga memberitahukan pancairan dana kepada nasabah, si tersangka justru malah menggelapkan dana tersebut. Caranya adalah si oknum marketing tersebut menyiapkan rekening baru di bank tersebut untuk melakukan pencairan dana KTA dengan menggunakan data-data dari aplikasi pengajuan nasabah.

“Pada rekening baru tersebut yang digunakan untuk pencairan dana KTA itu, si tersangka kan memerlukan KTP, nah sebelumnya dia telah menyiapkan data KTP atas nama nasabah yang bersangkutan tetapi dengan memasang tanda tangan dan foto tersangka pada KTP tersebut,” ungkapnya.

Dengan modal awal berupa KTP palsu inilah, si tersangka dapat membuka rekening baru di bank agar dana KTA dapat dicairkan ke rekening pribadinya tersebut. Hasil akhirnya, uang nasabah yang seharusnya diterima oleh nasabah tetapi justru masuk ke rekening pribadi si oknum marketing tersebut.

Kejadian ini kemudian baru bisa terungkap ketika nasabah ditagih angsuran yang menunggak oleh pihak bank. Nasabah pun merasa keheranan dengan munculnya tagihan tersebut, karena yang bersangkutan tidak merasa pernah menerima dana pencairan tersebut, apalagi untuk membuka rekening baru untuk pencairan dana tersebut di bank.

“Jadi setelah si oknum marketing tersebut bawa kabur uang nasabah tersebut , dia langsung resign. Nah, dia komit membayar angsuran cicilan para nasabahnya tersebut per bulannya tetapi karena sempat menunggak pembayaran cicilannya, akhirnya dapat diketahui adanya penipuan dan juga penggelapan dana KTA tersebut,” lanjutnya.

Pihak bank yang telah menerima pengaduan dan laporan tersebut dari para nasabah kemudian melakukan tindakan serta penyelidikan. Setelah diselidiki lebih dalam lagi, pihak bank akhirnya dapat mengetahui bahwa si tersangka ialah oknum marketing yang selama ini pernah bekerja di bank tersebut yang telah melakukan tindak kejahatan tersebut.

sumber : newsdetik

Begini Caranya Jual Data Nasabah Ke Sindikat Kejahatan Dari Oknum Marketing Kartu Kredit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *