Berapakah Gaji Anda Sekarang? Ini Rasio Kredit yang Dapat Diajukan

Berapakah Gaji Anda Sekarang? Ini Rasio Kredit yang Dapat Diajukan

Saat ini banyak ahli keuangan yang seringkali menyarankan agar rasio total hutang dan angsuran Anda tidak melebihi dari 40% dari pendapatan bersih yang Anda punya. Sebab, jika rasio pinjaman Anda saat ini semakin kecil, maka besar kemungkinan uang yang dapat Anda sisihkan untuk ditabung semakin besar.

Dalam menyetujui suatu kredit yang telah diberikan, pihak Bank pun menggunakan angka yang sama untuk rasio tersebut. Bahkan, bank menetapkan rasio kurang dari 30%. Ketika angka rasio itu melewati batas, maka besar kemungkinan pengajuan kredit Anda pun akan semakin kecil untuk disetujui.

Bila dijelaskan secara detail, rasio pinjaman adalah perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah penghasilan Anda. Rasio ini dapat memberikan gambaran tentang kondisi keuangan Anda saat ini. Rasio pinjaman ini merupakan persentase dari penghasilan bulanan bersih yang dipakai untuk membayar pinjaman dan biaya bulanan lainnya.

Bagaimanakah cara menghitungnya:

Jumlahkan seluruh uang yang diperlukan untuk membayar pinjaman setiap bulannya, termasuk untuk biaya sewa atau angsuran rumah. Lalu, bagi jumlah keseluruhan tersebut dengan pendapatan bersih Anda (setelah dipotong pajak). Contoh:

Asumsi 1

  • Pendapatan bersih Anda : Rp 8.000.000,-
  • Jumlah angsuran atau pinjaman atau hutang : Rp 5.000.000,-
  • Maka rasio pinjaman anda (Rp 5.000.000 : Rp8.000.0000) x 100%= 62,5%

Asumsi 2

  • Pendapatan bersih Anda : Rp 8.000.000,-
  • Jumlah angsuran atau pinjaman atau hutang : Rp 2.000.000,-
  • Maka rasio pinjaman anda (Rp 2.000.000 : Rp8.000.0000) x 100%= 25%

Dengan memakai acuan angka rasio diatas persetujuan tidak lebih dari 30 % , maka contoh pada asumsi yang pertama akan mempunyai kemungkinan untuk persetujuan pinjaman yang kecil. Sedangkan, contoh asumsi yang kedua mempunyai kemungkinan persetujuan yang lebih besar.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Risiko Keuangan Pribadi

Ingat, ada istilah yang dinamakan (SID) BI checking, yaitu laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi historical atau riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada lembaga keuanagn atau bank. Baik atau buruknya riwayat kredit seorang nasabah pasti terdata dalam data BI checking pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Laporan ini dapat diakses oleh seluruh bank maupun lembaga keuangan non bank yang sudah terdaftar menjadi anggota SID di seluruh Indonesia.

 

Monggo Cek SLIK (BI Checking) Terlebih dahulu untuk pengajuan Kreditnya supaya gak gagal paham , Silahkan klik gambarnya untuk pemesanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *