BI Checking Collect 5

BI Checking Collect 5

Sudah jamak kiranya jika saat ini banyak sekali orang yang memiliki kartu kredit. Kartu kredit yang mereka punya terkadang tidak hanya satu, melainkan beberapa. Bahkan ada yang mempunyai kartu kredit hingga lima buah, dari lima bank yang berbeda-beda.

Di samping kartu kredit, sekarang banyak dijumpai sebagian besar orang mempunyai pinjaman di bank. Meminjamnya bisa di bank milik pemerintah, di bank swasta maupun di tempat-tempat lain. Di tempat manapun yang bisa menawarkan pinjaman dengan bunga yang rendah sudah pasti akan diminati oleh banyak orang yang benar-benar sedang butuh.

Pinjaman-pinjaman pada bank dalam bentuk kartu kredit maupun kredit konsumtif yang lainnya lagi dimiliki oleh orang yang berbeda-beda. Namun tidak jarang, bahkan banyak juga kedua macam pinjaman tersebut dipunyai oleh orang yang sama. Satu orang memiliki kartu kredit serta kredit lain pada bank yang sama atau beda bank.

Sebetulnya tidak mengapa, tidak masalah jika satu orang selain memiliki lebih dari satu kartu kredit juga mempunyai pinjaman dalam bentuk yang lainnya lagi, sama-sama di satu bank atau di bank yang berbeda. Yang paling penting pinjamannya yang banyak tersebut angsurannya bisa selalu dibayar tepat waktu, selalu lancar pembayaran angsurannya setiap bulan.

Yang menjadi masalah apabila pinjaman-pinjamannya tadi secara mendadak tidak lancar lagi, seret mengangsurnya. Kalaupun mengangsur, waktu pembayarannya mundur, telat jauh. Atau bulan ini mengangsur, bulan berikutnya tidak. Bahkan lama kelamaan tidak bisa mengangsur lagi. Tidak memiliki kemampuan lagi dalam membayar angsuran. Dengan kata lain pinjamannya menjadi macet.

Mereka yang memiliki pinjaman banyak pada satu atau beberapa bank sudah pasti ingin sekali angsurannya bisa selalu dibayar dengan lancar setiap bulannya. Mereka tentunya berkeinginan dapat selalu membayar angsuran pinjaman tepat waktu.

Namun apa di kata, di tengah-tengah perjalanan, kondisi perekonomian mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya, tidak berjalan sesuai dengan yang mereka harapkan. Di tengah kondisi ekonomi yang tengah tidak stabil atau sedang buruk itulah dengan sangat terpaksa banyak pinjaman yang tidak bisa mereka angsur. Bisa dikatakan macet sama sekali. Tidak bisa membayar lagi.

Pinjaman pada bank yang mengalami kemacetan ini secara otomatis akan langsung masuk ke dalam daftar hitam Bank Indonesia. BI atau Bank Indonesia akan memasukkannya ke dalam BI Checking Collect 5. Dan ini artinya kerdit macet.

Jika sudah masuk ke dalam daftar BI Checking Collect 5 yang berarti kredit macet ini maka sungguh-sungguh merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan. Kondisi yang begitu disayangkan yang sebenarnya kitapun selaku peminjam sangat tidak menginginkan hal ini terjadi.

Apabila nama kita sudah masuk ke dalam daftar hitam BI, terlebih lagi ke dalam daftar BI Checking Collect 5, digolongkan sebagai debitur yang memiliki kredit macet maka akan susah sekali apabila di suatu saat nanti pas kita memiliki rencana untuk meminjam lagi, pinjaman kita bisa saja serta merta ditolak. Atau sulit sekali untuk bisa disetujui.

KTA Di Reject

Bank tempat kita akan mengajukan pinjaman lagi sudah pasti akan melihat keseluruhan data-data kita dan juga riwayat pinjaman yang kita punya sebelumnya. Jika ternyata setelah dicek nama kita masuk ke dalam daftar hitam BI, bisa-bisa kita akan disarankan untuk tidak mengajukan kredit di bank tersebut.

Bisa juga bank memberikan saran kepada kita untuk menyelesaikan terlebih dahulu pinjaman-pinjaman yang macet. Setelah tidak masuk lagi ke dalam black list BI, pinjaman yang kita ajukan bisa dipertimbangkan lagi.

Namun ada juga kejadian seperti ini. Pada saat akan mengajukan pinjaman berikutnya pada bank yang berbeda, bagian marketing bank tersebut tiba-tiba menolak karena ternyata setelah dicek nama kita masuk ke dalam BI Checking Collect 5. Benar-benar suatu hal yang mengejutkan. Karena setiap bulannya kita selalu membayar angsuran tepat waktu, selalu lancar, tidak pernah mandek.

Bisa juga kejadiannya seperti ini. Nama kita tiba-tiba masuk ke dalam BI Checking Collect 5 yang kita ketahui pada saat akan meminjam lagi di suatu bank. Ternyata kata bagian marketingnya kita masih memiliki tunggakan kartu kredit yang belum dibayar-bayar. Padahal kartu kredit kita sudah ditutup satu tahu sebelumnya dan sebelum ditutup sudah dibayar lunas.

Setelah ditelusuri ternyata pada bank sebelumnya memang sudah melakukan proses penutupan tapi belum menyeluruh, prosesnya masih berjalan. Waaahhh sangat menjengkelkan bukan. Penutupan kartu kredit membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Inilah yang membuat nama kita jelek.

Jadi pelajaran yang bisa diambil di sini adalah jika kita nama kita sudah masuk ke dalam daftar hitam BI, masuk ke BI Checking Collect 5 karena kesalahan kita sendiri maupun kesalahan banknya maka yang harus kita lakukan adalah cepat-cepat bertindak, melakukan segala upaya agar nama kita bisa bersih, bisa hilang dari daftar hitam BI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *