Cara Menghitung THR Sesuai Peraturan Pemerintah Terbaru dan Pengelolaannya

Cara Menghitung THR Sesuai Peraturan Pemerintah Terbaru dan Pengelolaannya

Hari raya idul fithri adalah hari kemenangan bagi umat islam. Karena saat ini umat Islam yang telah melaksanakan ibadah saum satu bulan penuh laksana bayi yang baru keluar dari rahim atau bersih dari dosa. Dibalik kegembiraan tersebut ditambah salah satunya yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia adalah mudik. Dengan kegiatan mudik maka akan banyak biaya yang harus dikeluarkan. Untuk itulah, pemerintah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pihak pengusaha memberikan THR kepada para pegawainya sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara Menghitung THR

Cara Menghitung THR Sesuai Peraturan Pemerintah Terbaru dan Pengelolaannya

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah salah satu hak pekerja yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan kepada para karyawannya. Jika sebuah perusahaan swasta tidak membayarkan uang THR kepada para karyawannya maka perusahaan tersebut bisa dikenakan sangsi oleh pemerintah. Ketentuan ini berdasarkan peraturan menteri ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016.

Dari peraturan menteri ketenagakerjaan no 6 / 2016 tentang tunjangan hari raya (THR)  dijelaskan cara menghitung THR sesuai peraturan pemerintah terbaru dan bahwa setiap karyawan yang sudah bekerja di sebuah perusahaan paling kurang satu bulan maka ia berhak memperoleh THR. Adapun kapan THR dibayarkan dijelaskan pula dalam undang-undang THR tersebut yaitu paling telat H-7 idul fithri atau tujuh hari sebelum idul fithri.

Baca Juga : Memiliki Kebiasaan Boros Dalam Hal Keuangan Lakukan Tips Sederhana Ini

Besaran THR disesuaikan dengan masa kerja karyawan. Jika seorang pegawai memiliki masa kerja satu tahun lebih maka ia berhak mendapatkan tunjangan hari raya sebesar satu bulan gaji. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki masa kerja 1 bulan atau kurang dari satu tahun maka besaran tunjangan hari raya dihitung berdasarkan masa kerja dibagi dua belas bulan dan dikalikan 1 bulan gaji.

Cara Bijak Mengelola THR Bagi Karyawan

Namun tak jarang seorang karyawan yang mendapatkan THR dalam jumlah nominal yang cukup besar tetap menderita kesulitan keuangan. Uang THR habis sedangkan keperluan lain belum terpenuhi dengan baik. Hal ini biasanya disebabkan oleh tidak memperhatikan masa depan dan kurang pintarnya dalam mengelola keuangan dengan bijak atau masih terjebak dalam sistem “besar pasak daripada tiang”.

Kesulitan keuangan pasca mendapatkan THR merupakan masalah umum bagi kalangan pekerja. Mengingat besarnya keperluan hidup. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Pendek kata, kesulitan keuangan pasca pemberian THR bukan hanya disebabkan satu faktor seperti kurang cerdas manajemen keuangan. Tapi bisa juga disebabkan oleh hal lain yang sepele. Salah satu cara bijak mengelola THR bagi karyawan adalah mengetahui penyebab kesulitan keuangan setelah mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Cara Menghitung Uang THR

Berikut ini beberapa sebab yang membuat para pekerja kesulitan keuangan setelah mendapatkan THR dan cara mengatasinya :

1. Bergaya hidup konsumtif

Inilah faktor utama yang membuat karyawan kesulitan keuangan pasca THR. Dengan gaya hidup konsumtif seberapa besar uang tunjangan hari raya yang diperoleh karyawan akan cepat habis. Sedangkan keperluan lain yang lebih penting kadang tidak dipikirkan. Oleh sebab itu, seorang karyawan yang ingin uang THR mencukupi maka ia harus meninggalkan gaya hidup konsumtif dan lebih memilih membeli barang berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.

2. Berfoya foya

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh karyawan yang masih muda adalah bersenang-senang dan berfoya foya. Mereka tidak memikirkan masa depan. Mereka melakukan demikian dengan dalih hasil kerja keras maka layak untuk dihabiskan atau dinikmati. Pikiran itu sah saja. Namun apabila sobat mempunyai kemauan untuk memperbaiki keuangan yang sehat dan baik maka sobat perlu menahan diri untuk hidup berfoya-foya. Prioritaskan untuk membeli kebutuhan hidup yang sangat penting dan sisakan uang THR untuk dinvestasikan dalam berbagai produk investasi.

3. Menghilangkan dana darurat

Masih banyaknya karyawan yang menganggap dan darurat tak penting membuat mereka tidak menyisihkan uang THR buat dana darurat. Padahal dana darurat sangat penting bagi keperluan yang sangat mendesak dan menyelamatkan kondisi keuangan sobat ketika membutuhkan uang dalam jumlah besar secara mendadak. Oleh sebab itu, jika anda ingin uang THR mencukupi maka setelah mendapatkan THR segera sisihkan sebagian untuk dijadikan dana darurat. Sedangkan sisanya bisa dibelanjakan atau dibagikan kepada sanak kerabat.

4. Tak punya alokasi untuk tabungan

Salah satu penyebab lain yang membuat dana THR tidak mencukupi adalah tidak dibiasakan untuk menyisihkan tabungan secara rutin. Setelah mendapatkan THR dalam jumlah besar langsung saja dihabiskan belanja. Padahal jika anda ingin uang tunjangan hari raya mencukupi maka anda harus menyisihkan sebagian uang tunjangan hari raya untuk tabungan masa depan.

Demikianlah cara menghitung thr sesuai peraturan pemerintah terbaru dan pengelolaannya thr bagi karyawan. Mudah-mudahan apa yang disampaikan penulis dapat bermanfaat bagi anda yang berprofesi sebagai pegawai. Sehingga tunjangan hari raya yang anda dapatkan bisa membawa kebaikan kepada anda semua.

Bisakah Uang Membeli Kebahagiaan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *