Ekonomi Gokil Zaman Now

Ekonomi Gokil Zaman Now

Mohon maaf sebelumnya, judul artikelnya agak ngawur ya. Tapi itulah kenyataannya. Pada kesempatan kali ini izinkan saya menuangkan isi kepala tentang fenomena dunia perekonomian sekarang dan ini jarang sekali diungkapkan didalam mata kuliah perekonomian saat ini. Saya skhir akhir ini sengaja banyak meluangkan waktu untuk membaca buku tentang ekonomi yang anti mainstream , yang jarang sekali ada di mata kuliah yang pernah saya pelajari, mungki ini lebih kepada membuka mata dan pikiran saya mengenai apa itu ekonomi dan siapa itu ekonomi.

Banyak hal yang menjadi perhatian saya ini cukup gokil “kata kata zaman now” mengenai underground economy , seperti halnya film horor yang mengulas tuntas sisi gelap nya si ekonomi, lalu green economy yang membahas ekonomi yang berkesinambungan dalam menempatkan posisi lingkungan diatas kepentingan banyak orang, kemudian midlle class economy yang membongkar sikap dari prilaku ekonomi kelas menengah yang katanya konon menjadi kontributor terbesar dalam kehidupan perekonomian sekarang.

50 Gagasan Ekonomi Yang Perlu Anda Ketahui

Dan terakhir saya membaca buku karya Pak Edmund Conway dengan judul “50 Gagasan Ekonomi Yang Perlu Anda Ketahui” sunggu menarik sekali gagasan gagasan yang tertuang dalam buku tersebut, ini membuka pola pikir saya mengenai ekonomi yang tadinya “katrok” sekarang menjadi “Gokil” dan gagasan ekonomi ini tidak ada sewaktu saya duduk di bangku kuliah. Saat ini saya akan mencoba untuk menuliskan ulang apa saya yang saya pahami dari buku Pak Edmund tadi mengenai ekonomi perilaku, ekonomi rasional , ekonomi irasional dan ekonomi gokil, heheheh itu menurut saya yaaa

Saya mempunyai pertanyaan pembuka khusus anda wanita karir, wanita muda hebat dan berbahaya , kira kira apa rasanya sebagai wanita karir yang hebat dan anda saat ini berada dipusat perbelanjaan kemudian melihat sebuah tulisan : diskon 50% + 35%, beli 1 gratis 2, Cuci Gudang, potongan harga hingga Rp 1.000.000 dengan kartu kredit ABC, dan lain sebagainya. Udah dapat diduga anda sebagai seorang wanita pasti mata nya melotot tanpa berkedip, lidahnya menjulur panjang meneteskan air liur, kemudian anda pasti sudah lupa apa tujuannya datang ke pusat perbelanjaan. Anda pasti segera lari menuju tulisan tersebut dan memastikan bahwa tulisan tersebut NYATA , setelah mengetahui itu benar NYATA lalu segera berebut posisi yang ideal dengan para pelanggan yang lainnya. Jika seperti itu kejadiannya maka saya boleh dong menyebutnya dengan ekonomi gokil dan irasional secara ekonomi.

Hal yang demikian merupakan dasar dan landasan bahwa nalar manusia yang logis secara konsisten langsung jatuh berguguran, sejalan dengan perkembangan zaman , zaman now saat ini membuat manusia yang perannya sebagai homo economicus menjadi semakin tidak logis dan tidak rasional, seakan akan tida ada suatu pertimbangan apapun. Kemauan tanpa batas , tanpa aturan, dan berakhir menjadi rakus dan serakah. Kesudahannya kemudian akan menjadi budaya ; hedonism. Bahasa gaulnya adalah kemewahan.

Tampaknya saya wajib berterima kasih kepada Bapak Amos Tversky dan Daniel Kahneman yang sebesar besarnya, karena sejak tahun 1970 telah merangkul teori psikologi dengan teori ekonomi klasik maupun neoklasik mengenai cara otak bersinergi dalam memproses informasi.
Saya memahami betul pola pikir manusia yang saya jelaskan di awal mengenai wanita karir vs diskon tadi, apakah saya nantinya akan mengambil diskon tersebut atau tetap menahan diri tidak tergoda oleh rayuan maut di tulisan tersebut. Pada intinya sih ini masalah mengambil suatu keputusan.

Tapi pada kenyaatannya kita dihadapi oleh kenyataan yang berbeda serta kondisi yang tak biasa, ketika ketidakpastian merajalela dibenak kita, maka secara manusiawai kita cenderung akan bertindak irasional , bertindak “gokil”, meskipun yang demikian akan mudah diprediksi sebelumnya. Kata Pak Amos dan Kahneman, tindakan tersebut disebut heuristics, yaitu jalan pintas mental yang didominasi dari pengaruh lingkungan dan pengalaman seseorang. Saya coba ya kasih contohnya : kalau kamu pernah kesetrum saat sedang mencolokkan cargeran Laptop ke listrik, maka percaya deh kamu pasti akan lebih hati-hati lagi untuk melakukannya di next time nya. Ekonomi irasional bisa dibilang seperti itu, terkadang ada unsur traumanya dimasa lalu, dan hal-hal yang demikian tidak pernah diungkapkan dalam teori ekonomi konvensional.

Teknologi (MRI) Magnetic Resonance Imaging

Contoh yang paling masuk akal dari hasil penelitian Pak Amos dan Kahnemen yaitu dengan memanfaatkan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk melihat dan mengawasi segala aktifitas otak manusia saat sedang dihadapkan suatu keputusan ekonomi yang irasional alias “Gokil”

teknologi Magnetic Resonance Imaging
Teknologi (MRI) Magnetic Resonance Imaging

Mereka menamakan aktifitas tersebut sebagai neuroeconomics. Begini contoh penelitiannya : Ada pedagang HP dengan dagangan macam-macam merek handphone di counter HP, okelah misalnya si pedagang HP tadi di hadapkan dengan pembeli yang mencoba menawar harga HP Samsung S8 dibawah harga pasaran yang ada, misalnya si pembeli tersebut menawar HP Samsung S8 tadi ke si penjual dengan harga 1juta yang jelas-jelas harga Samsung S8 dikisaran 10jutaan keatas, si pembeli tersebut secara tidak langsungtelah menghina bahkan merendahkan si penjual HP tadi, dan ternyata dari hasil penelitian MRI tadi cukup lucu : jadi begini hasil risetnya bahwa otak si pedagang tersebut bereaksi sama halnya bagian otak yang aktif saat seseorang dihadapkan dengan bau busuk didepan hidungnyaatau dengan gambar bangkai yang dilihatnya tepat didepan matanya, kamu bisa bayangkan reaksi yang spontan bakal terjadi saat kejadian itu benar benar tampak nyata, spontan si pedagang HP tadi memaki maki si pembeli dengan kata kasar dan pastinya tidak enak didengar oleh orang banyak atau bahkan lebih kejam lagi si pedagang HP Samsung S8 tersebut langsung membungkam mulut si pembeli dengan kardus HP Samsung, anarkis banget kan kejadiannya.

Edmund Conway
Edmund Conway

Untuk lebih jelasnya saya akan merangkum untuk prinsip ilmu ekonomi perilaku yang sebagaimana telah ditulis oleh Pak Conway :

  1. Manusia sangat dipengaruhi oleh banyak pertimbangan – pertimbangan dari segi moral dan nilai – nilai agama, contohnya saya akan lebih mementingkan jualan barang dagangan dengan cara yang benar atau dengan cara halal.
  2. Manusia pun dapat membuat pertimbangan yang beda saat uang itu ikut terlibat atau tidak, contohnya saya mau memberikan adik saya kado berupa HP Samsung S8 atau uang senilai 10juta didalam amplop, ini merupakan hal yang sama jika anda seorang ekonom neoklasik, tapi bagi saya dua hal tersebut merupakan hal yang sangat berbeda, kenapa karena saya lebih memahami adik kandung saya , karena adik saya lebih membutuhkan uang 10juta untuk keperluan kuliahnya ketimbang HP Samsung S8 , so ini masalah perasaan karena didalamnya ada campur tangan kasih sayang dan emosi yaitu jalinan kasih sayang antara seorang adik kakak (sepakat)
  3. Manusia zaman now adalah kebanyakan seorang investor yang gokil yang irasional, termasuk saya sendiri. Saya sering menghabiskan uang untuk keperluan sehari-hari dan sangat tidak pandai dalam memilah milah mana yang untuk kedepannya mana yang tidak, artinya saya tidak pintar dalam hal menabung alias boros. Karena bagi saya untuk masa yang akan datang walaupun sudah direncanakan jauh-jauh hari, pasti deh ada saja hal-hal yang terjadi diluar perkiraan saya. Orang yang beragama pasti menyebut hal demikian adalah sudah kehendang Yang diatas, apakah kamu termasuk yang pola pikirnya sama seperti saya.
  4. Manusia lebih merasa nyaman jika dia sudah terbiasa oleh kebiasaanya daripada dia harus belajar lagi dari pengalaman yang sudah ada, contohnya : saat mau beli tiket pesawat ke luar kota biasanya saya suka mensortir mana saja harga tiket pesawat yang paling murah, padahal sudah jelas-jelas maskapai tersebut sering delay (maaf ya gak mau sebut merek)
  5. Manusia seringkali lebih suka mendengar nasihat dari pengalaman orang lain daripada mendengarkan kata hati sendiri, contohnya saya dianjurkan oleh teman saya, jangan berobat di RS. A tapi berobat saja di RS. B karena RS. A susternya jutek atau judes dan pada akhirnya saya termakan oleh nasihat tersebut jkarena berdasarkan pengalaman teman saya tadi, padahalkan belum tentu suster tersebut masuk dan saya langsung bertemu suster tadi , bisa jadi suster tersebut jadwalnya beda atau ganti piket dan digantikan suster yang lain.

Yang demikan inilah adalah perinsip-perinsip ekonomi yang “Gokil” menurut versi saya atau disebut juga prinsip ekonomi irasional dan hal ini benar-benar terjadi dikehidupan pribadi setiap manusia.

Coba kita balik ke permasalahan awal ya dalam mengambil suatu keputusan. Jadi pada dasarnya manusia itu tidak melulu mengambil keputusan hanya berdasarkan bujuk rayuan yang akan dijanjikan akan memperoleh keuntungan nantinya.

Hal ini mungkin dirasa begitu penting, sebab kebanyakan dari mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai penguasa atas kemakmuran rakyat, hakikat hipotesis tersebut hanya sebatas keuntungan belaka. Istilah yang demikiandisebut juga nudge economics atau libertarian paternalism , satu upaya agar bisa mempraktekkan ilmu ekonomi prilaku.

program presumed consent
program presumed consent

Pak Conway sendiri menjelaskan sampel gagasan yang kontroversial di tahun 2008 saat Gordon Brown sebagai Perdana Menteri Inggris menerapkan gagasan presumed consent yaitu terhadap sumbangan organ, ini adalah gagasan yang gila dan irasional, tapi apakah masyarakat harus bersedia menjadi donor organ, pemerintah mempunyai peran sentral yang wajib membuat masyarakatnya terlindungi dari segala bentuk kejahatan jual beli organ, keputusan yang “Gokil” menurut saya bagi yang memilih dalam pemilihan umum tersebut, semoga saja mereka gak salah coblos pas PEMILU nanti.

Gagasan kontroversial reklamasi Teluk Benoa

 

Okelah contoh diatas saya bilang cukup ribet, saya coba kasih contoh yang simple yaitu gagasan kontroversial reklamasi Teluk Benoa di Bali seluas 800 hektar atas restu penguasa setempat dan akan dijalankan oleh PT TWBI, jika kita asumsikan proyek ini selesai maka nantinya akan tercipta banyaknya lapangan pekerjaan dan pada akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat di Bali khususnya masyarakat sekitar Benoa.

gagasan kontroversial reklamasi Teluk Benoa
Gagasan kontroversial reklamasi Teluk Benoa

Kemudian masyarakat setempat dipaksa setuju dengan ending yang bahagia tersebut. Padahal, pada kenyataannya jika itu terjadi maka justru akan merusak lingkungan dan keseimbangan alam, kita harus pintar melihat proyek yang penuh dengan intrik intrik tersebut.

Lautan yang saat ini disucikan oleh masyarakat bali akan diratakan menjadi daratan, kemudian timbul pertanyaan apakah nanti masuk akal jika nanti masyarakat pesisir pantai akan menyembah kanal-kanal laut yang berisikan apartement, perhotelan dan kondominium mewah beserta jalan tol yang megah dibangun sepaket. Apakah tidak “GOKIL” jika kapal kapal nelayan nantinya menjadi bahan kayu bakar karena sudah tidak ada lagi mata pencaharian sebagai nelayan yang setiap harinya mencari ikan di desa Adat Tanjung Benoa jika di urug menjadi dataran.

Dan yang paling “GOKIL” jika ada banjir rob yang menggenangi daratan kawasan Desa Suwung, Tanjung Benoa dan itu justru menjadi kerugian masyarakat sekitar, sampai kapan wahai kau para penguasa beserta investor yang mempunyai dana bertahan kepada prinsip ekonomi gokil mereka, dan sampai kapan pula masyarakat dapat bergerak menurut kegilaan ini atas ketidakpastian yang sedang dihadapi, “MIKIR” kata cah Lontong

Belum lagi masalah reklamasi di ibukota Jakarta , ahhh sudah itu gak usah dibahas, pening bahasnya, bisa gila mikirnya.

Barangkali inilah yang menjadi perhatian khusus untuk kajian ekonomi prilaku zaman now ini. Ekonomi saat ini telah berevolusi menjadi irasional oleh wawasan prilaku dalam hal latar belakang psikologis dan tidak diragukan lagi masyarakat kebanyakan akan bertindak secara logis demi mencapai tujuan keuntungan mereka sendiri

Pada kenyataannya adalah manusia yang katanya sebagai homo economicus akan menjadi semakin ruwet bin kusut. Endingnya saya Cuma menyebutkan manusia itu dengan istilah “kita” oleh sebab itu kita di zaman now ini telah digerogoti oleh ekonomi gokil yang gak mungkin disadari oleh akal pikiran kita sebelumnya, psikologis dan perilaku kita sendiri.

Ekonomi gokil ini muncul dalam diri kita sendiri , manusia hebat dan berbahaya. Dan pada akhirnya apakah kita nantinya akan tenggelam dalam kegilaan ini semua atau sebaliknya kita akan menghadapinya untuk melawannya, bagi saya cukup satu kata saja “LAWAN”

Baca juga ini yang menurut saya gak kalah gokil

Mengenal lebih lanjut tentang fenomena penyakit jiwa yang sering dikenal dengan istilah “Social Climber”, orang tidak mampu yang ingin terlihat hidup mewah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *