Fintech Rentenir ‘Jaman Now’ Berikan Bunga Tinggi ?

Fintech Rentenir 'Jaman Now' Berikan Bunga Tinggi

Bunga dari pinjaman kredit yang telah diberikan oleh pihak Fintech (financial technology) yang diberikan berkisaran 20%. Perusahaan fintech telah menyebutkan bahwa bunga tersebut tinggi diberikan karena pinjaman kredit yang telah diberikankan mempunyai proses yang cepat, lebih mudah, tanpa agunan dan juga berisiko tinggi.

Bisakah para perusahaan fintech peer to peer lending ini kita sebut ‘Rentenir Zaman Now’?

Pakar Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan bahwa perusahaan fintech memang telah memberikan bunga yang cukup tinggi untuk peminjam. Hal ini dikarenakan pinjaman kredit yang disalurkan kepada para debiturnya cukup berisiko.

“Meskipun memiliki bunga yang cukup tinggi, belum tentu dibilang (rentenir). Karena masih ada lembaga keuangan mikro lainnya yang bunganya bahkan sampai di atas 35% namun sampai saat ini tidak belum dilakukan penindakan (oleh pihak OJK) dan disebut yang demikian adalah rentenir,” kata Bhima.

Fintech

Sebelumnya dari pihak OJK memang sudah sempat menyebutkan jika perusahaan fintech peer to peer lending sangat mirip dengan rentenir karena memberikan bunga yang cukup tinggi. Menurut dia pihak OJK tidak hanya sekedar menyalahkan perusahaan fintech soal ini. Dia pun menyebutkan bahwa OJK harus dapat mendorong fintech untuk bisa mempermudah mengikuti program asuransi kredit.

Menurut Bhima, OJK juga harus bisa lebih proaktif dalam mendekati startup fintech yang baru agar bisa lebih taat dengan aturan POJK 77 tahun 2016.

“Perlu dibuatkan juga untuk roadmap jangka panjang supaya bunga fintech bisa semakin rendah, harus ada insentifnya. Kalau hanya sekedar saling tuduh tidak akan dapat menyelesaikan masalah tersebut,” ujar Bhima.

Fintech Tak Mau Disebut Rentenir

Wakil Ketua Umum (Aftech) Asosiasi Fintech , Adrian Gunadi mengatakan sebelum menentukan tingkat suku bunga untuk kredit UMKM pihak fintech pun sudah melakukan perbandingan dan survey ke sejumlah bank.

“Kami juga sudah membandingkan bunga dengan bunga bank yang sudah memberikan pinjaman kredit untuk UMKM,” ujarnya.

Dalam memberikan pinjaman kredit, perusahaan fintech mempunyai penilaian terhadap profil risiko yang berbeda-beda. Ini terlihat dari ada bunga pinjaman yang hanya 12% hingga 14% per tahun.

Ini dikarenakan penetapan bunga sesuai dengan risiko peminjam.

“Bunga pinjaman yang sebenarnya dinamis, bisa saja si peminjam mendapatkan bunga 19%, kemudian setelah lunas dan mengambil kredit lagi ditempat yang sama akan mendapatkan bunga 12%,” ujar dia.

Baca Juga : Sistem Layanan Informasi Keuangan SLIK Layanan Pengganti BI Checking

Untuk pinjaman melalui perusahaan fintech, biasanya tenornya jangka pendek. Jadi bunga berkisar 19% yang dirasa tidak terlalu tinggi.

“Biasanya yang si peminjam itu short term 2 atau sampai 3 bulan. Ya kalau 19% per tahun mungkin per bulannya hanya 1,5% dan di tambah lagi ada fee sebesar 1 – 2%. Kalau diindustri kreatif margin dia bisa dapat 30% sendiri, jadi bisa lah dia bayar bunganya,” ujarnya.

Mengutip dari suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk PT Bank J Trust Indonesia Tbk memberikan bunga kredit mikro kisaran 21%, PT Bank Mandiri Tbk memberikan bunga kredit mikro sebesar 18,75%. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk memberikan bunga kredit mikro sekitar 18,14%. Kemudian diikuti oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar 18%. PT Bank Rakyat Indonesia mematok bunga kredit mikro sekitar 17%.

Perusahaan Jasa Keuangan Harus Mendaftar SLIK : OJK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *