Laporan Permohonan Penghapusan Nama Dari Daftar Blacklist Bank Indonesia

LAPORAN:

Kepada Yth. Bank Indonesia

Saya ingin mengajukan laporan dan meminta klarifikasi terkait kredit saya dan kemunculan nama saya dalam daftar blacklist nasabah kredit yang dikeluarkan oleh pihak Bank Indonesia. Pada saat ini saya tidak lagi memiliki masalah dan tanggungan kredit; namun nama saya masih belum dihapus dari daftar black list Bank Indonesia. Keberadaan nama saya di dalam daftar blacklist Bank Indonesia terkait masalah kredit tersebut dapat mengakibatkan nama baik saya tercemar. Berdasarkan informasi dari pihak analis bank yang melakukan pemeriksaan terkait status kredit saya; disebutkan bahwa saya masih memiliki tunggakan kredit sebagai nasabah Bank CIMB Niaga. Padahal saat ini saya tidak lagi memiliki kewajiban berupa tunggakan kredit di Bank CIMB Niaga setelah kredit sepeda motor yang pernah memiliki tunggakan saya lunasi tahun 2010.

Tunggakan yang pernah saya miliki tersebut diawali dengan keputusan saya mengambil kredit motor untuk kedua kalinya melalui pihak OTO Finance Bogor. Kredit motor yang pertama saya ambil dari pihak OTO Finance Bogor sudah berjalan selama 22 bulan sebelum motor tersebut hilang karena tindak pencurian. Kemudian pihak OTO Finance Bogor memberikan ganti berupa motor baru; namun motor pengganti ini kemudian juga hilang setelah 3 bulan diserahterimakan kepada saya. Setelah kehilangan motor yang kedua; pihak OTO Finance Bogor menolak memberikan penggantian sepeda motor baru lagi dengan mengajukan alasan saya sudah kehilangan sepeda motor yang dikredit dari pihak mereka sebanyak 2 kali. Kehilangan motor sebanyak 2 kali tersebut tidak pernah saya sengaja atau saya rencanakan. Pada saat terjadi tindak pencurian kendaraan bermotor tersebut; motor dalam keadaan saya amankan berupa memasang rantai dan gembok yang tersambung pada tembok rumah dan motor dalam keadaan terkunci stang kemudinya. Atas keputusan pihak OTO Finance Bogor tersebut; saya kemudian diwajibkan melakukan pelunasan kredit meski motor telah hilang. Kemudian saya putuskan untuk tidak melanjutkan pembayaran kredit berikutnya karena motor telah hilang dan manfaatnya tidak dapat lagi saya peroleh. Pihak OTO Finance Bogor kemudian melaporkan kasus tersebut dan mengirimkan data saya selaku nasabah kepada pihak Bank CIMB Niaga dan menyebabkan nama saya muncul ke dalam daftar blacklist yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Kemudian karena merasa terganggun dengan masuknya nama saya ke dalam daftar blacklist Bank Indonesia; saya memutuskan untuk melunasi kredit tersebut pada tahun 2010. Kredit yang pada awalnya hanya sebesar 6 juta Rupiah telah menjadi 10 juta Rupiah. Setelah melakukan pelunasan kredit tersebut; saya mendapat bukti pelunasan dari pihak Bank CIMB Niaga ( bukti pelunasan kredit terlampir ). Ketika melakukan pelunasan kredit tersebut; pihak yang berwenang dari Bank CIMB Niaga menjanjikan secara lisan untuk melakukan penghapusan nama saya dari daftar blacklist Bank Indonesia setidaknya dalam kurun waktu 6 bulan sejak tanggal pelunasan. Karena telah menerima janji secara lisan dari pihak Bank CIMB Niaga tersebut; maka tanggal 16 April 2014 atau satu hari setelah emain dari tim LAPOR! saya terima maka saya meminta bukti komitmen tersebut dalam bentuk tertulis dan pihak Bank CIMB Niaga memberikan bukti pengaduan tertulis ( bukti pengaduan tertulis terlampir ).

Pada saat ini atau setelah 4 tahun berlalu dari tanggal pelunasan kredit tersebut;  ternyata nama saya masih tercantum dalam daftar blacklist pihak Bank Indonesia. Fakta tersebut saya ketahui setelah beberapa kejadian pengajuan kartu kredit dan Kredit Pemilikan Rumah pada beberapa bank berikut:

1.     Bank Mega

Saya mengalami penolakan dari pihak Bank Mega saat mengajukan kredit tahun lalu setelah mengisi dan menyerahkan form untuk mengakukan kartu kredit. Pihak analis Bank Mega  memberikan informasi secara lisan bahwa nama saya masih tercantum dalam daftar blacklist Bank Indonesia. Ketika saya meminta bukti tertulis; pihak Bank Mega menolak dengan alasan bahwa daftar blakclist Bank Indonesia merupakan informasi rahasia dan tidak dapat diperlihatkan kepada publik.

2.     Bank BRI

Penolakan dari Bank BRI terjadi pada bulan Desember 2013 ketika saya juga mengajukan pendaftaran kartu kredit. Setelah melakukan pengisian formulir dan menyerahkan kembali formulir tersebut; pihak Bank BRI menghubungi saya melalui telepon untuk memberitahukan penolakan dengan alasan yang sama seperti saat ditolak oleh Bank Mega.

3.     Bank BNI

Kejadian penolakan dari pihak Bank BNI terjadi pada bulan Februari 2014 pada saat saya kembali berusaha melakukan pendaftaran kepemilikan kartu kredit. Setelah mengisi dan mengumpulkan form pengajuan kartu kredit; pihak Bank BNI menghubungi saya melalui telepon terkait penolakan pengajuan kartu kredit tersebut karena masih terdaftar di Bank Indonesia dengan tunggakan kredit kendaraan bermotor. Ketika saya mengajukan permintaan berupa surat pemberitahuan penolakan aplikasi kartu kredit; pihak Bank BNI memberikan surat tersebut namun tidak memberikan penjelasan tertulis terkait nama saya yang masih terdaftar di daftar hitam Bank Indonesia.

4.     Bank Panin

Pada bulan April 2014; saya kembali berusaha mengajukan kredit berupa Kredit Pemilikan Rumah di Bank Panin. Analis dari pihak Bank Panin kemudian datang menemui saya dan istri untuk memberikan konfirmasi bahwa nama saya masih ada dalam daftar blacklist Bank Indonesia karena tunggakan kredit kendaraan bermotor. Kali ini pihak analis Bank Panin memberikan salinan hard copy yang menunjukkan nama saya masih ada dalam blacklist Bank Indonesia. Ketika saya menunjukkan bukti pelunasan kredit dari pihak Bank CIMB Niaga; analis dari Bank Panin tersebut kemudian menyarankan saya untuk melakukan konfirmasi dengan pihak bank yang mengeluarkan bukti pelunasan kredit tersebut.

Kami harap situasi ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak yang memiliki wewenang untuk menghapus nama saya dari blacklist Bank Indonesia. Permasalahan nama saya yang masuk dalam blacklist Bank Indonesia ini saya anggap sebagai fitnah yang merugikan karena telah mempersulit saya melakukan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah yang saya butuhkan.

Terima kasih,

Dany Prasetya
d/h : Bukit Cimanggun City Blok Q no. 10 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Alamat sekarang : Griyasoka Bogor Raya Blok K no. 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Jawaban Bank Indonesia Tentang Laporan BI Checking
Jawaban Bank Indonesia Tentang Laporan BI Checking

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *