Pengertian Manajemen Risiko Keuangan Pribadi

Manajemen risiko merupakan salah satu dari bagian terpenting dalam suatu perencanaan keuangan. Kita tidak akan pernah akan mengetahui yang terjadi di masa depan nanti tentang segala seuatunya yang akan terjadi.

Menghilangkan satu risiko yang belum pernah terjadi adalah suatu hal yang bisa dibilang tidak mungkin. Yang saat ini dapat kita lakukan yaitu dengan mengelola risiko dengan baik. Jadi, yang apa yang dimaksud dengan manajemen risiko adalah pengelolaan terhadap kemungkinan risiko yang bakal terjadi.

Idealnya, hal demikian juga harus menjadi skala prioritas utama sebelum seseorang memulai berinvestasi. Mengelola risiko akan sangat membantu untuk menjaga kesehatan keuangan anda. Apabila investasi anda dimulai ketika kondisi keuangan telah sehat, maka hasilnya akan lebih optimal jika kita lebih fokus.

Sebaliknya, jika anda berinvestasi dalam kondisi keuangan anda yang sedang sakit, contohnya saat anda terlalu banyak hutang, besar kemungkinan anda akan mencairkan investasi yang anda miliki terlalu cepat. Andaikan hal seperti ini terjadi, maka anda akan sulit untuk mencapai target investasi.

Melakukan identifikasi risiko pribadi

Hidup ini dipenuhi dengan risiko dan banyak ketidakpastian. Tidak ada yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi hari esok nanti. Meskipun manusia telah mempunyai rencana, tetapi segala kemungkinan untuk tidak terkabul akan selalu ada.

Sebelum dapat mengelolanya, kita tentu harus tahu secara pasti berbagai risiko umum yang akan memberi pengaruh besar terhadap kondisi finansial kita. Risiko tersebut ada dua yaitu risiko jangka pendek dan risiko jangka panjang.

Risiko-risiko tersebut selalu membayangi si setiap kehidupan kita setiap harinya. Oleh karena itu, jangan sampai setelah kita sudah bersusah payah mengumpulkan harta benda dan kekayaan, ternyata kita tidak begitu siap dalam menghadapi suatu risiko. Ketidaksiapan semacam ini sangat berpotensi membuat seseorang mengalami suatu kebangkrutan.

Risiko jangka pendek

Ada banyak sekali kita temui risiko jangka pendek contohnya kebutuhan dadakan yang sering muncul tiba-tiba dalam jangka pendek. Apabila terjadi risiko yang demikian, kita harus sigap dan siap mengeluarkan dana yang tidak cukup sedikit. Padahal, tidak semua orang punya dana lebih karena kemungkinan besar untuk memenuhi kebutuhan pokok saja masih merasakan kekurangan.

Apa saja contoh risiko jangka pendek?

Melayat Sanak keluarga yang meninggal diluar kota

Ketika ada salah satu anggota keluarga kita yang meninggal tapi berada diluar kota, tentu ini \harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melayat. Selain untuk transportasi seperti membeli tiket kereta api atau pesawat terbang, kita juga wajib memberikan sejumlah uang duka cita.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Meskipun saat ini telah berstatus karyawan tetap, seorang karyawan harus waspada atas segala kemungkinan yang akan terjadi. Seringkali seorang karyawan kaget apabila dirinya terkena PHK secara tiba-tiba. Dengan berberapa macam alasan, perusahaan seringkali melakukan tindakan PHK.

Apa yang mesti kita punya untuk manajemen risiko jangka pendek?

Jawabannya yaitu dana darurat (emergency fund) .

Idealnya, dana darurta ini berjumlah 3-15 kali dari rata-rata pengeluaran setiap bulannya. Rinciannya, untuk yang masih melajang, minimal mempunyai dana darurat sebanyak 6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk pasangan yang sudah menikah dan belum mempunyai anak, sebaiknya mempunyai dana darurat sejumlah 6-9 kali pengeluaran bulanan keluarga.

Untuk pasangan dengan satu anak, jumlah yang idealnya adalah 9-12 kali dari pengeluaran bulanan keluarga dan untuk pasangan yang mempunyai dua anak dana daruratnya sebanyak 12-15 kali pengeluaran bulanan keluarga.

Dana darurat ini akan menjadi penolong untuk mengatasi kondisi yang tidak terduga. Bayangkan jika kita tidak memilikinya, maka dapat dipastikan kita bakal kelabakan dengan kebutuhan biaya karena peristiwa yang datang tiba-tiba.

Misalkan saja dana untuk membeli tiket pesawat untuk melayat ke luar kota. Atau, ketika PHK secara tiba-tiba datang, bagaimanakah caranya untuk menyambung hidup sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru. Beruntungnya jika kita telah mendapatkan pesangon PHK yang telah memadai. Namun jika sebaliknya bagaimana?

Risiko jangka panjang

Risiko jangka panjang adalah keadaan yang tidak terduga dalam jangka panjang. Seperti halnya risiko jangka pendek, risiko jangka panjang juga akan berpotensi menimbulkan kerugian secara finansial.

Apa saja contoh risiko jangka panjang?

Risiko terkena penyakit serius

Bukan menjadi rahasia umum, jika biaya berobat ke rumah sakit khususnya untuk penyakit yang terbilang serius tidaklah murah biayanya. Di sisi lain, seseorang tidak pernah tahu akan penyakit seperti apa yang akan menghampiri tubuhnya.

Pada umumnya untuk menghadapi suatu risiko yang demikian, tidak cukup hanya dengan pola hidup sehat saja. Perlu usaha lain supaya mencegah kerugian finansial.

Kecelakaan yang menyebabkan cacat

Seorang kepala keluarga yang telah mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan cacat tentu ini akan menjadi kesulitan bagi si Kepala keluarga jika harus kembali bekerja lagi. Sumber pemasukan keluarga pun menjadi hilang. Perlu antisipasi langkah untuk menghadapi hal semacam ini.

Meninggal dunia
Risiko meninggal dunia terdengar cukup mengerikan, tapi suatu saat nanti cepat atau lambat pasti akan terjadi. Saat seseorang meninggal dunia khususnya kepala keluarga, maka kondisi finansial keluarga akan terganggu.

Apa yang harus dimiliki untuk manajemen risiko jangka panjang?

Jawabannya ialah asuransi.

Asuransi dapat melindungi biaya atas segala risiko yang secara tiba-tiba terjadi. Terdapat banyak sekali jenis produk yang dapat kita pilih, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi jiwa, asuransi perjalanan, asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, dan lainnya.

Untuk antisipasi dan berjaga-jaga dari risiko terkena penyakit serius, seseorang perlu melindungi dirinya dengan asuransi kesehatan terbaik yang bisa digunakan di \segala rumah sakit dan mempunyai perlindungan yang lengkap. Dengan begitu tanggung jawab finansial untuk dapat membayar biaya rumah sakit akan bisa diminimalisir.

Sedangkan untuk berjaga-jaga dari risiko kecelakaan yang menyebabkan cacat, kita dapat menggunakan asuransi kecelakaan diri. Sementara untuk asuransi jiwa untuk menghadapi risiko kematian

One thought on “Pengertian Manajemen Risiko Keuangan Pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *