Penting Untuk Melakukan BI Checking Dalam Perekrutan Karyawan

Bekerja di lembaga keuangan seperti di perbankan biasanya banyak diburu oleh para pencari kerja karena jalur karier yang cukup menjanjikan. Karena itu banyak bank-bank yang beroperasi di Indonesia selalu mencari perekrutan karyawan baru untuk mengisi posisi-posisi manajemen yang nantinya bisa mendatangkan produktivitas baru di lembaga tersebut. Anda yang sedang cari kerja di bank maupun lembaga lain bisa mengecek lowongan pekerjaan yang diumumkan di masing-masing situs dari bank yang Anda cari, atau mencari informasi dari pihak outsourcing yang memasok calon pelamar kerja ke berbagai macam lembaga, institusi, dan juga perusahaan baik secara lokal, nasional, maupun multinasional.

Sebelum Anda mengajukan lamaran ke bank, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi perhatian agar lamaran yang Anda ajukan bisa lolos untuk maju ke tahapan seleksi berikutnya. Beberapa tahapan berikut ini juga penting bagi Anda yang bekerja di bagian HRD dari bank-bank yang sedang mencari calon karyawan baru agar calon karyawan yang masuk adalah calon yang berkualitas,  dan juga berdedikasi. Yang tidak kalah pentingya adalah kualitas SDM yang aman dari risiko keuangan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2011 mengenai Penerapan Manajemen Resiko bagi Bank Umum.

Persiapan tahap awal

Sebelum Anda melamar pekerjaan di bank ada tahap persiapan yang perlu Anda lalui. Yang pertama tentu saja adalah dengan mengecek lowongan apa yang tersedia. Anda bisa mengeceknya melalui situs bank yang Anda incar, melalui perusahaan outsourcing, atau dari situs-situs lowongan pekerjaan yang saat ini bisa dengan mudah Anda buka untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan paling baru. Untuk posisi yang terbuka secara umum di bank biasanya adalah teller, customer service, pimpinan cabang, hingga rekrutmen untuk program manajemen di mana nantinya calon karyawan yang masuk akan diberi pelatihan untuk bisa menempati posisi manajerial di bank tersebut.

Setiap posisi yang terbuka lowongannya pasti punya syarat yang berbeda-beda jadi pastikan Anda mengetahui syarat apa saja yang dibutuhkan. Namun secara umum, syarat dan juga kualifikasi yang harus disiapkan dalam melamar pekerjaan adalah dokumen data diri seperti fotokopi KTP, pas foto terbaru, ijazah, dan juga riwayat hidup atau CV. Lengkapi berkas dokumen yang dibutuhkan untuk masing-masing posisi kemudian kirimkan melalui email yang sudah dicantumkan atau datang langsung ke kantor cabangnya, atau dengan cara sesuai dengan yang dicantumkan pada keterangan lowongan.

Tes kerja pertama: seleksi dokumen dan juga BI Checking

Untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk menjalani tes yang diberlakukan bagi masing-masing bank, pelamar harus bisa lolos terlebih dahulu untuk seleksi dokumen. Untuk bank-bank nasional yang besar sudah bisa dipastikan bahwa yang mengirimkan lamaran pasti sangat banyak bahkan bisa terhitung ribuan. Untuk mempersingkat waktu, HRD biasanya hanya melihat poin-poin penting yang tercantum dalam CV atau riwayat hidup. Poin-poin penting tersebut antara lain adalah usia pelamar, latar belakang pendidikan, dan juga nilai IPK serta lulusan dari universitas mana. Biasanya, lulusan dari universitas negeri lebih diutamakan dan memiliki akreditasi yang baik. Dalam tahap ini, pengalaman kerja atau organisasi biasanya belum jadi ukuran baku yang diperhatikan.

Kemudian tahap yang tidak kalah petingnya baik bagi pelamar maupun pihak HRD adalah memastikan bahwa calon karyawan tidak memiliki daftar hitam keuangan di catatan Bank Indonesia dengan melakukan BI Checking. Daftar hitam keuangan yang dimaksud misalnya adalah pelamar yang  sedang terjerat hutang, punya sejarah kredit macet, dan sebagainya. Pihak HRD bank bisa melakukan BI Checking dengan menggunakan jasa pengecekan BI Checking  untuk memastikan bahwa calon karyawan yang melamar bersih dari catatan hitam BI yang tentunya akan memberikan dampak yang sehat bagi bank maupun lembaga keuangan lain yang sedang melakukan perekrutan.

Maka dari itu bagi Anda para pelamar kerja juga bisa memastikan catatan Anda bersih dengan melakukan BI Checking sebelum melamar kerja ke bank.  Apabila Anda punya hutang di bank, segera lunasi agar kemungkinan untuk lolos tahapan seleksi berikutnya bisa lebih besar. Bagi pihak yang melakukan BI Checking baik pihak bank maupun pihak pelamar, tidak memiliki kewajiban untuk menginformasikan hasil ceknya. Jadi apabila Anda sebagai pelamar sudah merasa melengkapi dokumen namun tidak lolos ke tahapan berikutnya bisa saja disebabkan karena pihak bank menemukan ada catatan hitam dalam sejarah keuangan Anda meski tidak memberikan pemberitahuan alasannya kepada Anda.

Tes kerja kedua: ujian tertulis

Tes yang kedua setelah lolos seleksi dokumen dan juga BI Checking adalah ujian tertulis. Ujian tertulis adalah ujian yang menguji pengetahuan dan juga wawasan Anda mengenai dunia perbankan atau dunia lembaga keuangan, dan juga berbagai macam hal mengenai isu yang sifatnya nasional maupun internasional. Tingkat kesulitan ujian tertulis dan juga topik ujiannya bisa berbeda tergantung dengan posisi yang dilamar. Dalam menjawab soal, hanya berikan jawaban yang mantab dan langsung pada poinnya, jawaban yang betele-tele tentu akan membuat penguji sulit untuk menangkap poin Anda.

Tes kerja ketiga: psikotes

Psikotes adalah serangkaian tes yang menguji tingkat intelegensia, logika, dan juga psikis Anda. Dari tes ini, pihak bank jadi bisa menyaring para calon karyawan yang hanya punya dedikasi tinggi untuk bekerja keras dan kondisi mental dan pikiran yang sesuai dengan standar dari posisi yang dilamar. Pihak bank juga akan bisa melihat bagaimana gambaran perilaku Anda dalam dunia kerja dari jawaban yang Anda berikan  misalnya cara Anda memecahkan masalah sampai cara Anda berinteraksi dan bekerja sama dengan rekan kerja maupun atasan di perusahaan.

Tes kerja keempat: wawancara

Tahap yang paling penting yang menentukan keberhasilan Anda untuk mendapatkan posisi yang dilamar adalah tahap wawancara. Tahap wawancara yang harus dilalui pun biasanya tidak hanya satu kali namun bisa dua kali untuk memastikan SDM yang akan diterima adalah pekerja yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang diinginkan. Persiapkan diri Anda sebaik mungkin untuk bisa melalui tahap ini dengan lancar, percaya dengan diri sendiri, jawab pertanyaan dengan jujur dan mantab, dan siapkan penampilan yang profesional dan jangan lupa bawa berkas lamaran kerja untuk jaga-jaga. 

One thought on “Penting Untuk Melakukan BI Checking Dalam Perekrutan Karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *