Perbankan : Peralihan dari SID ke SLIK, Proses Kredit Tetap Sama

Semenjak awal januari 2018, pengelolaan SID atau kita sebut sistem informasi debitur dari Bank Indonesia (BI) yang beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disebut SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan. Semenjak masih dalam pengawasan Bank Indonesia, SID ini telah lama dikenal dengan sebutan BI Checking

Beralihnya sistem SID ini ada segelintir informasi yang menyebutkan bahwa izin pemberian kredit terhadap debitur juga ikut berubah, pasca perpindahan sistem SID ini bahwa kantor cabang tidak lagi diizinkan untuk memberikan persetujuan kredit. Yang berwenang saat ini dikembalikan lagi ke kantor pusat bank penerbit yang bersangkutan.

Peralihan dari SID ke SLIK, Proses Kredit Tetap Sama

Tetapi, sejumlah perbankan lainnya menyanggah pernyataan tersebut. Sebut saja PT. Bank Mayapada Internasional , Bapak Hariyono Tjahjarijadi selaku Direktur Utama bank tersebut menyatakan bahwa proses operasional perbankan tetap sama dan tetap berjalan seperti biasanya, menurut Bapak Hariyono Tjahjarijadi kebijakan tersebut adalah keputusan masing-masing bank penerbit.

“Tak ada hubungannya dengan yang terjadi saat ini yaitu pengalihan dari BI Checking ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau dari Bank Indonesia ke OJK dengan kewenangan pemberian persetujuan kredit. Hal tersebut lebih tergantung dari kebijakan masing-masing bank itu sendiri.

Pimpinan PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Bapak Hariyono Tjahjarijadi justru mengatakan, bahwa dengan pengalihan dari SLIK ke OJK akan berdampak positif, karena alasannya saat ini semua informasi lebih tersentralisasi termasuk juga dari segi pengawasan bank.

Bapak Jan Hendra pun mengakui, selaku Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bahwa pihak BCA tidak ada kendala yang signifikan terhadap wewenang pengambilan persetujuan kredit yang berhubungan dengan pengalihan sistem SLIK tersebut.

Baca juga : Perusahaan Jasa Keuangan harus mendaftar SLIK OJK

Sama halnya yang diungkap oleh Bapak Catur Budi Harto sebagai Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), bahwa peralihan sistem tersebut (SLIK) kedepannya akan memberikan suatu kemudahan bagi pihak bank dalam setiap proses operasional perbankan. Terutama saat proses pengecekan data nasabah yang sedang mengajukan pinjaman kredit atau rekening giro. Penyesuaian pasti ada karena adanya peralihan ini, tetapi secara principal kita tidak ada masalah sama sekali. Sejauh ini belum menemukan perubahan data.

Score-Credit

BI Checking yang dikelola oleh Bank Indonesia memiliki perjalanan yang cukup panjang semenjak tahun 1969. Bersamaan dengan beralihnya tugas pengawasan Bank Indonesia ke OJK. Olehkarena itu dimulailah masa transisi pengolahan sistem informasi debitur ke OJK. Pengawasan ini sebenarnya sudah dijalankan pada tahun 2015 yaitu peralihan dari BI Checking (SID) ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan itu hanya design nya saja untuk SLIK, baru di tahun 2016 OJK baru mulai melakukan percobaan program SLIK secara penuh.

Baru di akhir tahun 2016 OJK melakukan test pararel antara BI Checking (SID) dan SLIK selama 1 tahun penuh. Setelah semuanya berjalan lancer maka ditetapkan tgl 1 januari 2018 BI Checking (SID) resmi ditutup dan digantikan dengan SLIK. OJK pun berkeinginan SLIK ini bukan hanya perbankan saja peruntukannya, tetapi semua instrument lembaga keuangan termasuk lembaga pembiayaan serta modal ventura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *