Perbedaan Kartu Kredit Syariah VS Kartu Kredit Konvensional

Perbedaan Kartu Kredit Syariah VS Kartu Kredit Konvensional

Penggunaan kartu kredit sudah menjadi lifestyle masyarakat Indonesia baik di kota besar hingga pedesaan. Sama seperti ATM yang sudah jamak dimiliki setiap orang. Popularitas kartu kredit di tanah air tak terlepas dari kelebihan dan kemudahan yang diberikan kartu kredit dalam berbelanja barang. Kartu plastik ini pada dasarnya sudah terisi uang digital hasil pinjaman bank. Dan sehabis dipakai kartu kredit tersebut untuk berbelanja atau gesek tunai (gestun) maka nasabah harus menggantinya beserta tambahan biaya lain. Jadi bisa dibilang, kartu kredit adalah pinjaman uang dari bank yang harus diganti oleh nasabah jika sudah jatuh tempo.

Hal utama yang menjadi kelebihan kartu kredit adalah kepraktisan. Sehingga anda tidak harus membawa uang cash dalam jumlah besar untuk membeli barang. Dengan menggunakan kartu kredit barang semahal apapun bisa dibeli. Dan uang dalam kartu kredit itu bukan uang kita. Tapi uang bank yang kita pinjam dari bank. Dan kita harus menggantinya pada masa jatuh tempo dengan mencicil. Kalau pembayarannya telat maka akan terkena bunga yang dapat terus berbunga. Inilah yang membuat sebagian orang beranggapan bahwa kartu kredit menjadi produk haram atas adanya bunga atau kelebihan atas pinjaman yang disebut riba.

Perbedaan Syariah VS Konvensional

Namun saat ini untuk menjawab semua keraguan itu sudah ada Kartu kredit syariah. Dalam bahasa inggrisnya disebut Credit card syariah yang dijalankan sesuai prinsip-prinsip syariah tanpa adanya sistem bunga berbunga atau riba. Sebagaimana Allah SWT berfirman : Allah SWT menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Surat Al Baqarah). Inilah yang membedakan kartu kredit konvensional dengan kartu kredit syariah. Kartu kredit konvensional menggunakan sistem bunga. Sedangkan kartu kredit syariah menggunakan sistem akad. Perbedaan yang sangat dalam.

Perbedaan Kartu Kredit Syariah VS Kartu Kredit Konvensional

Lalu atas dasar apa bank konvensional dan bank syariah menerbitkan kartu kredit? Bank konvensional menerbitkan kartu kredit atas dasar ekonomi atau keuntungan. Keuntungan utama berasal dari bunga kartu kredit. Sedangkan bank syariah menerbitkan kartu kredit atas dasar menolong disamping keuntungan.

Penerbit kartu kredit biasanya bank atau lembaga perbankan ternama. Seperti Bank BCA, BRI, BNI, Mandiri dll. Bank tersebut memberikan pinjaman kepada nasabah dalam bentuk kartu kredit dengan sejumlah uang di dalam kartu plastik yang bisa dibelanjakan membeli barang atau melakukan tarik tunai. Setelah kartu kredit digunakan maka nasabah diwajibkan untuk melakukan pembayaran secara cicilan dan biaya tambahan sesuai kesepakatan bersama.

Tata cara kartu kredit syariah diawasi langsung oleh Dewan Syariah Nasional. Untuk memastikan benar-benar dijalankan sesuai prinsip syariah. Hal ini berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 54/DSN MUI/X/2006 mengenai card syariah yang berbunyi bahwa kartu kredit syariah telah syariah. Walaupun telah sesuai syariah, Kartu kredit syariah bisa bawa dampak buruk bagi masyarakat luas. Yakni soal budaya konsumtif dan mental hutang yang bisa merajalela dan membawa dampak buruk bagi masyarakat muslim Indonesia.

 

Kartu_kredit_syariah

Hal ini sesuai hadits dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau sering berdoa dalam shalatnya : “Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepada Engkau dari azab kubur, fitnah al masiihid Dajjal, dan dari fitnah kehidupan dan kematian. Dan aku berlindung kepada Engkau dari sesuatu hal yang membuat dosa dan dari hutang”.

Kartu kredit syariah yang dimiliki oleh nasabah dan digunakan untuk pembayaran atas pembelian dijamin oleh Bank Penerbit. Sehingga hal ini bisa membuat pengguna kartu kredit bersikap royal dan konsumtif bahkan bisa terjerumus dalam sikap boros dalam membeli sejumlah barang yang kadang tak terlalu penting. Namun demikian, di balik keburukan yang terjadi dengan adanya kartu kredit syariah tapi manfaatnya juga ada yakni sebagai alternatif pengganti kartu kredit konvensional yang menggunakan sistem bunga berbunga atau riba.

Selalu Terbelit Utang? Baca Tips Ampuh Membebaskan Diri dari Utang!

Seseorang yang menggunakan kartu kredit dengan limit tertentu kemudian tak membayar utang kartu kredit pastinya ia akan dikenakan bunga. Bunga yang akan terus berbunga dan semakin meningkatkan budaya hutang yang kurang baik bagi banyak orang. Selagi kartu kredit dipergunakan untuk konsumsif maka itu kurang bijak. Walau begitu kartu kredit tetap ada manfaatnya selama pemakaian yang benar. Seperti untuk menjaga diri apabila butuh uang dalam jumlah besar untuk biaya pengobatan dan usaha atau investasi.

Akan tetapi, sistem kartu kredit bisa berubah menjadi sistem pinjam uang dan bukan dengan bunga apabila anda membayar utang kartu kredit secara lunas secepatnya. Demikianlah perbedaan kartu kredit syariah VS kartu kredit konvensional. Semoga bermanfaat.

Dampak Negatif Kartu Kredit Ada 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *