Persiapan Menikah , Problematika Masalah Keuangan serta Cek SLIK

Persiapan Menikah , Problematika Masalah Keuangan serta Cek SLIK

Antara Libur Hari Raya Idul Fitri menuju libur Hari Raya Idul Adha di kebanyakan masyarakat di Indonesia dikenal dengan waktunya musim kawin alias menikah. Nah loh udah kayak binatang saja ada musim kawinnya.

Tapi betul loh, coba deh perhatikan dilingkungan sekitar Anda sejak Idul Fitri alias lebaran (Juni 2018) sampai di minggu terakhir bulan Agustus 2018 (idul adha) nanti, pasti deh hampir disetiap weekend (hari Sabtu dan Minggu) bisa kita jumpai ada saja undangan pernikahan dari saudara, teman, sahabat, dan lain-lain. Betul bukan, ngaku?!

OK, kita anggap saja bahwa pernyataan di atas benar bahwa sekarang saatnya waktunya musim kawin, terus apa hubungannya dong dengan Perencanaan Keuangan? Sebetulnya untuk masalah keuangan merupakan salah satu bahasan yang paling penting buat para calon pasangan suami istri sebelum mereka memasuki kejenjang pernikahan. Hal yang demikian kerap kali menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan yang selanjutnya nanti menyebabkan permasalahan kelak kemudian hari.

permasalahan umum Dalam perkawinan

Hal tersebut ternyata memang terjadi di banyak negara maju dibelahan dunia. So, tahukah kamu survey di banyak negara maju yang membuktikan bahwa yang menjadi penyebab utama dari sebuah perceraian selain perselingkuhan adalah karena masalah finansial keuangan? Setuju ……

Bahkan di negara seperti di Amerika, banyak dari para calon pasangan sampai sampai harus mengecek rekam jejak historical keuangan alias credit history (di Indonesia dikenal dengan istilah BI checking atau SLIK) calon pasangannya. Kenapa begitu?

Karena jika ternyata pasangan Anda mempunyai banyak tunggakan utang sebelum menikah dengan kamu cepat ataupun lambat akan sangat mempengaruhi masalah keuangan dalam perkawinan Anda (dengan catatan Anda menikah tanpa perjanjian pisah harta/pre-neuptual agreement).

Di Negara Indonesia sendiri belum pernah saya mendangar atau melihat ada yang melakukan hal demikian, walaupun ada bisa dihitung pake jari di jasa kita dalam setahun, akan tetapi di Indonesia sendiri tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan menjadi penting. Jika disosialisasikan dengan benar atau dengan kesadaran finansial yang baik dari para calon pengantin tersebut.

Pasangan Akan Menikah berfikir tentang masalah keuangan

Bahkan salah satu dari survey di negara Amerika yang dilakukan oleh pihak (NEFE) National Endowment for Financial Education mendapati bahwa sekitar 3 orang dari 10 orang yang mengaku mereka tidak jujur terhadap pasangannya tentang masalah keuangan ekonomi mereka, serta lebih dari setengahnya mengaku kalo mereka ngumpetin uang dari pasangannya alias menyembunyikan.

Tidak cuma sampai di situ ternyata banyak hal yang unik lainnya yang bisa ditemukan ketika menyangkut tentang masalah si pasangan atau si calon pasangan pengantin dengan masalah keuangan mereka. Apa sajakah itu ?

Hasil survey menunjukan bahwa sekitar 30% dari pasangan tersebut ternyata kedapatan menyembunyikan billing tagihan pinjaman kredit atau kartu kredit mereka dari pasangannya. Billing tagihannya tersebut bisa dalam bentuk lembaran tagihan seperti halnya tagihan telpon seluler, tagihan listrik ataupun tagihan air dan yang paling banyak biasanya adalah tagihan dari kartu kredit.

Baca Juga : Hindari Empat Kesalahan Utama Penggunaan Kartu Kredit

Selain itu ternyata lebih dari 15% responden menyatakan bahwa mereka mempunyai dan merahasiakan rekening bank lainnya dari pasangannya, sedangkan dari 11% responden telah mengaku bahwa mereka sebenarnya berbohong terhadap pasangannya mengenai seberapa besar pendapatan yang mereka dapat setiap bulannya. Tak jelas apa motif di balik ketidak jujuran dari perilaku masalah keuangan terhadap si pasangannya tersebut.

Kalau memang ternyata kamu tidak termasuk didalam kategori diatas, berarti kemungkinan besarnya justru ada dipihak pasangan Anda. Kenapa demikian?

kemungkinan besarnya justru ada dipihak pasangan Anda

Karena menurut survey kemungkinan yang tidak jujur bisa saja terjadi pada pihak laki-laki ataupun perempuan dengan komposisi yang kemungkinannya sama besar, alias tidak ada prioritas mana yang cenderung lebih tidak jujur tentang masalah keuangannya kepada pasangannya.

Yang menjadi pertanyaanya adalah apakah betul ketidakjujuran masalah ekonomi , keuangan dan masalah finansial terhadap pasangan dapat berdampak kepada perkawinan itu sendiri? Dan ternyata dari survey yang sama menyatakan bahwa 68% merasa hal tersebut justru membawa hal yang negatif ke dalam sebuah perkawinan mereka.

Baca Juga : Memiliki kebiasaan Boros Dalam Hal Keuangan Lakukan Tips Sederhana ini

Di mana dari 42% para responden mengatakan bahwa mereka mulai menurun rasa percayanya terhadap pasangannya. Bahkan lebih dari 20% responden menyatakan lebih baik tidak usah terbuka (jujur) dan tidak mencampur adukkan lagi keuangan mereka dengan keuangan pasangan apabila ternyata si pasangan tidak jujur terhadap keuangannya.

Sedangkan 16% responden mengambil langkah yang ekstrim yaitu dengan cara bercerai atau berpisah. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?

Bercerai karena masalah keuangan

Meskipun belum pernah dibuat survey dan studi kasus lebih mendalam akan tetapi dari banyak artikel di media massa maupun media online bisa dilihat bahwa trend dari perceraian di Indonesia sejak tahun 2005 sampai dengan 2017 ternyata naik cukup meningkat drastis.

Sementara banyak dari artikel-artikel tersebut dapat kita simpulkan bahwa salah satu yang menjadi penyebab utamanya suatu perceraian yaitu masalah ekonomi atau keuangan, baru kemudiandisusul dengan suatu ketidakharmonisan dalam sebuah rumah tangga serta adanya perselingkuhan.

Baca Juga : Mendapati Kartu Kredit Milik Orang Lain , Benar Selingkuh Apa Tidak

Meskipun belum ada survey dan studi kasus yang detail yang dilakukan sampai tahun 2018 ini, akan tetapi jika melihat dari realita kenyataan di atas, angka tersebut sangat cukup memprihatinkan.

Itulah sebabnya kenapa dapat disimpulkan betapa pentingnya keterbukaan untuk masalah keuangan dan finansial terhadap si pasangan dan si calon pasangan sebelum menikah nanti.

Baca Juga : Telat Membayar KPR ini Konsekuensinya

Selain itu, karena banyaknya calon pasangan yang sebelum menikah mungkin sudah mempunyai aset ataupun utang yang berhubungan dengan pembelian aset, contohnya apartemen, rumah, ataupun kendaraan, maka dariitu keberadaan dari Perencanaan Keuangan yang detail, baik dan benar serta kemungkinan juga akan dibutuhkannya perjanjian pisah harta menjadi meningkat.

Apabila Kamu tidak ingin menggunakan perjanjian pisah harta (Cerai) , sebaiknya apa yang Kamu harus dilakukan dan dipersiapkan oleh si calon pasangan? Ya silahkan cek BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) supaya dapat terukur masalah keuangan dikemudian hari.

Jasa cek SLIK

Silahkan cek BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) pasangan kamu , tidak perlu bilang bilang , karena kalaupun bilang pasangan kamu pasti tidak setuju bisa bisa kamu di undur pernikahannya atau bisa jadi gagal kawin , amit amit yaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *