Sistem Pelaporan Kredit Ganda [SID – SLIK]

Sistem Layanan Informasi Keuangan [SLIK] - OJK

Ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan mengembangkan sistem pelaporan kredit baru, yang disebut Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), sebuah fase baru dari sistem notifikasi kredit yang lebih matang muncul di Indonesia. Selama 4 dekade terakhir, hanya ada satu arsip kredit publik, yaitu Sistem Informasi Debitur (SID), sebagai sistem andalan dimana jutaan keputusan peminjaman didasarkan.

SID pada dasarnya adalah sistem yang mengumpulkan informasi komprehensif mengenai setiap debitur yang terdaftar di lembaga keuangan di Indonesia. Informasi tersebut dipasok oleh institusi, seperti bank dan perusahaan pembiayaan, sebagian besar bersifat wajib. Sebagai gantinya, institusi dapat dengan bebas memanfaatkan basis data SID tersebut untuk mengumpulkan data yang diperlukan sebelum membuat keputusan untuk memberikan pinjaman. Proses ini dikenal dengan istilah BI checking dalam istilah sehari-hari.

Bank Indonesia

Penggabungan OJK pada tahun 2012 memberikan landasan yang kuat bagi industri keuangan yang lebih baik di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, OJK secara efektif mengambil alih beberapa fungsi yang sebelumnya dimiliki oleh Bank Indonesia (BI); salah satunya adalah tanggung jawab untuk regulasi, pengawasan dan pengembangan biro kredit.

SLIK, diharapkan bisa berfungsi penuh pada 2018, menandai dimulainya era baru dalam sistem pelaporan kredit negara. Bukan saja rezim baru berjanji untuk memberikan kinerja yang lebih kuat, dapat diandalkan dan berkualitas lebih tinggi, namun juga memberi kesempatan kepada Biro Informasi Kredit (BIK) untuk masuk ke dalam database-nya.

Sistem Layanan Informasi Keuangan [SLIK]

Istilah BIK mungkin adalah sesuatu yang kebanyakan dari kita belum pernah mendengarnya di Indonesia. Namun sangat populer di negara maju seperti AS, Inggris dan Australia. BIK tidak sepenuhnya sama dengan lembaga pemeringkat kredit, seperti Moody, S & P atau Fitch Rating. Sementara penelitian sebelumnya dan mengumpulkan informasi kredit konsumen, yang terakhir berfokus pada instrumen hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah, pemerintah kota atau perusahaan.

Keputusan OJK untuk mengizinkan biro kredit swasta beroperasi di Indonesia berarti negara tersebut akan memasuki era baru pelaporan kredit ganda. Dengan sistem seperti itu, lembaga pemberi pinjaman dapat mengandalkan alat yang disediakan oleh BIK disamping laporan debitur yang dihasilkan dari SLIK. Kami percaya bahwa ini bisa menguntungkan industri pinjaman negara setidaknya dalam tiga cara.

Pertama, dari sudut pandang institusional, lembaga keuangan yang berlangganan layanan yang diberikan oleh BIK akan mendapatkan informasi yang lebih akurat dan mendalam mengenai calon peminjam, yang memungkinkan mereka membuat keputusan pemberian pinjaman yang lebih tepat. Keputusan yang lebih baik tentang siapa yang harus diberi pinjaman akan memiliki dampak yang besar terhadap rasio kredit bermasalah, sesuatu yang selalu ingin selalu dilakukan oleh lembaga keuangan.

Hal ini dimungkinkan karena BIK biasanya akan menggabungkan data yang mereka ekstrak dari registri kredit publik (SLIK) dengan formula dan algoritma berpemilik untuk menghasilkan nilai kredit untuk setiap peminjam. Kita bisa membayangkan bahwa data dan informasi akan lebih berwawasan dan komprehensif.

Kedua, dari sudut pandang konsumen individual, karena orang menjadi lebih peka terhadap kredit, mereka cenderung lebih penasaran dengan nilai kredit mereka. Sampai saat ini, tidak ada yang bisa repot melakukan pengecekan BI sendiri, dan hanya sedikit yang tahu bagaimana cara melakukannya. Namun, seiring pertumbuhan ekonomi kita, demikian pula kebutuhan kredit kita, dan pengetahuan tentang bagaimana kita memandang ke mata lembaga pemberi pinjaman menjadi keharusan. Dapat diharapkan bahwa BIK akan memberikan layanan kepada konsumen individual yang memungkinkan mereka menerima laporan berkala mengenai nilai kredit mereka. Ini akan membimbing konsumen dalam setiap tindakan yang dapat mempengaruhi skor mereka. Nilai kredit yang lebih tinggi layak dikejar karena mereka mungkin menurunkan suku bunga, kemungkinan persetujuan dan batas yang lebih baik.

Ketiga, dari sudut pandang industri, sistem pelaporan kredit ganda akan diterjemahkan ke dalam peluang bisnis baru dalam bentuk berbagai penggabungan BIK. Kemunculan BIK, masing-masing dengan metode penyisihan data mereka sendiri, algoritma pencocokan dan formula untuk menghasilkan skor kredit dan juga menciptakan lapangan permainan baru bagi analis, peneliti, dan ilmuwan di bidang pemberian kredit. Ini akan menguntungkan seluruh industri, karena konsumen dan institusi akan selalu memilih laporan penilaian kredit yang dihasilkan oleh BIK dengan track record yang sangat baik untuk akurasi dan layanan yang mendalam.

Singkatnya, langkah OJK untuk memberlakukan sistem pelaporan kredit ganda adalah langkah ke arah yang benar menuju industri kredit yang lebih kuat. Sistem SLIK, yang pada akhirnya juga akan menampilkan informasi peminjam yang terdaftar di bank-bank pedesaan terkecil, adalah sesuatu yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *