Sistem Scoring pada BI Checking

Sistem Scoring pada BI Checking

Pengajuan kredit atau pinjaman pada bank bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan proses yang ketat dan panjang. Proses ini bertujuan untuk mengurangi risiko pemberian pinjaman dana besar pada orang yang tidak tepat. Pengajuan pinjaman pada bank kemudian mengembalikannya dengan cara kredit atau cicil memang menjadi solusi praktis untuk mendapatkan suntikan dana yang besar. Apalagi pada seorang pengusaha atau pebisnis selalu membutuhkan pinjaman bank untuk mengembangkan usaha dan bisnisnya. Salah satu proses yang tak mudah dilewati adalah BI Checking karena akan memunculkan segala macam informasi nasabah tentang riwayat peminjamannya dan proses pengembaliannya.

BI Checking adalah program dari pemerintah untuk memudahkan bank yang ingin menggali informasi calon peminjam dana sehingga dapat menjamin pinjaman yang tepat. Nama orang yang bermasalah pada kredit bank akan dimasukkan ke dalam blacklist atau pencekalan dan disebarkan ke seluruh bank yang bekerja sama dengan BI. Akhirnya calon peminjam yang terkena blacklist tidak dapat mengajukan pinjaman di bank manapun.

Segala catatan yang berhubungan dengan bank akan muncul ketika sebuah nama dimasukkan pada BI Checking. Tujuan utama tentunya menelaah informasi calon peminjam dengan melihat historinya dalam lingkungan perbankan khususnya pada kasus pengkreditan. Seluruh catatan nasabah bank akan ditampilkan berikut dengan penilaian yang disebut dengan sistem scoring.

Sistem scoring menunjukkan angka 1-5 untuk kelancaran kredit yang dilakukan oleh nasabah. Sistem ini juga disebut dengan kolektibilitas dengan acuan 1 sebagai kredit lancar dan 5 sebagai blacklist atau pencekalan pada segala bentuk peminjaman dengan sistem kredit. Berikut ini keterangan sistem scoring yang akan mempengaruhi proses peminjaman dengan sistem kredit pada bank.

1.     Kredit Lancar

Scoring 1 pada BI Checking menunjukkan bahwa nasabah berhasil membayar cicilan dan bunga pada bank di setiap bulannya tanpa ada masalah yang berarti. Dengan demikian bank akan dengan mudah memberikan peminjaman karena tidak memiliki cacat pada proses cicilan. Kategori ini yang menjadi prioritas utama dan syarat wajib untuk memudahkan proses pinjaman pada bank.

2.     Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK)

Berikutnya scoring 2 pada BI Checking yang mempunyai arti ada sedikit masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengajukan kreditan berikutnya. Kategori ini paling banyak ditemukan pada orang Indonesia yang kurang mampu mengatur sistem kreditnya. Umumnya nasabah menunggak hingga 2 bulan dalam proses pembayaran kredit. Pada waktu tertentu nasabah akan kewalahan untuk membayar cicilan dan bunga kredit sehingga proses pembayaran tersendat. Inilah yang menyebabkannya masuk pada kategori 2. Ada baiknya untuk berpikir bijak dalam menggunakan kartu kredit sehingga pembayaran kredit setiap bulan tidak meningkat dan lancar.

3.     Kredit Tidak Lancar

Dalam kategori ini akan sangat sulit untuk mencari pinjaman dari bank manapun. Hal ini disebabkan nasabah tidak mampu membayar cicilan dan menunggak 3 sampai 6 bulan. Umumnya nasabah tidak bersikap kooperatif dengan pendekatan yang dilakukan oleh bank. Tindakan ini akan berisiko tinggi pada namanya dalam daftar BI Checking dan hampir bisa dipastikan bahwa nasabah tidak akan memperoleh pinjaman kredit lagi.

4.     Kredit Diragukan

Nama yang masuk ke dalam scoring 4 pada BI scoring maka bisa dipastikan akan ditolak oleh seluruh bank saat mengajukan peminjaman kredit. Kategori ini diberikan pada nasabah yang enggan membayar cicilan kredit dan bunga bank saat jatuh tempo. Pendekatan baik yang dilakukan oleh bank juga tidak direspons dengan baik bahkan cenderung mengabaikannya. Sikap inilah yang membuat bank akan menyatakannya sebagai kredit yang diragukan dan dipastikan tidak akan mendapatkan peminjaman dari bank. Bahkan dalam beberapa kasus nasabah melepas tanggung jawab untuk membayar dan memilih menghilang dari kejaran bank.

5.     Kredit Macet

Terakhir adalah scoring 5 pada BI Checking atau leih dikenal dengan blacklist. Ketika sudah berada pada kategori ini maka bank manapun tidak akan merespon dan tidak akan memberikan pinjaman sepeserpun pada nasabah atau calon peminjam. Tak jauh dari kategori kredit diragukan, kredit macet juga mempunyai masalah yang hampir sama bahkan tidak ada niatan untuk menyelesaikan dengan masalahnya. Umumnya orang yang masuk kategori ini telah menunggak kreditannya selama berbulan-bulan dan enggan untuk menyelesaikannya.   

Jaga Nama Anda pada BI Checking

Bagi anda yang mempunyai usaha atau bisnis suatu saat pasti membutuhkan pinjaman bank sehingga perlu diwaspadai akan batasan yang telah diterapkan oleh bank. Dengan bersikap hati-hati dan mengetahui scoring yang diterapkan oleh bank tentunya anda tidak ingin berada di kategori 3 sampai 5. Apalagi kategori tersebut sudah dipastikan tidak mendapatkan pinjaman dari bank. Adapun untuk kategori 2, beberapa bank masih menerimanya tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Sedangkan pada kategori 1 sudah dipastikan aman dan menjadi prioritas utama. Jadi jaga nama baik anda untuk tidak masuk dalam daftar blacklist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *