Supaya KPR Disetujui 99%, Tanpa Ada Penolakan dari Bank Manapun

Jika kamu berurusan dengan bank untuk pengajuan kredit KPR, pastinya sudah pernah merasakan ditolak tetapi bingung alasannya kenapa bisa ditolak. Padahal dokumen dokumen sudah lengkap dan untuk gaji pun sudah cukup besar , ternyata itupun tidak cukup untuk dapat meloloskan pengajuan kredit KPR kamu.

Lalu apakah kamu harus selalu tampil elegan agar pihak bank yakin? ……. Tidak selalu.
Apakah harus menyewa mobil yang glamor supaya orang orang dari pihak bank percaya bahwa kamu punya uang berlimpah? ……. Salah besar

Terus bagaimana dong supaya pengajuan kredit KPR kamu disetujui oleh pihak bank ?

Kata kunci untuk persetujuan pengajuan kredit KPR anda yaitu (RPC) “Re Payment Capacity” atau istilah bahasa Indonesianya adalah suatu kemampuan debitur untuk membayarkan kembali kredit berupa bunga dan pokok pinjaman. Seseorang yang tinggi RPC nya pastinya akan semakin tinggi pula tingkat persetujuan kredit KPR oleh pihak bank

Ada 3 parameter dari bank dalam melihat RPC seseorang khusus untuk pengajuan kredit KPR, yaitu :

1. SLIK (BI Checking)
SLIK (dulu namanya BI Checking) ini adalah sebuah jembatan pertama dalam pengajuan kredit kamu, ada istilah yang kita kenal dengan kolektibilitas yang dapat menunjukkan kelancaran dalam pembayaran angsuran di 12 bulan terakhir sebelumnya. Semua angsuran yang menggunakan pihak lembaga keuangan baik itu multifinace , bank , koperasi , penggadaian , dll akan tertera di SLIK (informasi debitur) selama kurun waktu 12 bulan terakhir , contoh hasil SLIK seperti ini :

Pengajuan pinjaman kredit yang akan disetujui oleh pihak bank adalah jika kolektibilitas 1.
Jika pernah mengalami keterlambatan pembayaran (menunggak) apakah mungkin bisa disetujui? Sebagian bank pasti akan menolak untuk pengajuan pinjaman kredit jika pernah menunggak, tetapi ada juga sebagian bank masih bisa memungkinkan untuk disetujui dengan satu catatan yaitu :

  • Hanya untuk kolektibilitas 2 yang disebabkan kamu lupa untuk transfer atau berupa kesalahan teknis (seperti : gagal autodebet). Jika kamu telat dalam membayar cicilan hingga terjadi kolektibilitas 2, maka usahakanlah untuk dapat membayar angsuran tidak lewat dari bulan yang sedang berjalan
  • Jika sampai terjadi kolektibilitas 3, 4 bahkan kolektibilitas 5, kami jamin pengajuan pinjaman kredit kamu pasti direject oleh pihak bank.
Klik gambar untuk pemesanan SLIK
Klik gambar untuk pemesanan SLIK

Baca Juga : Mau Mengajukan KPR Tapi Masih Blacklist di SLIK Bagaimana ?

2. Penghasilan (Gaji)

Gaji bulanan
RPC dapat dilihat dari berapa besar penghasilan (gaji) di setiap bulannya. Batas maksimal cicilan yang dapat diperbolehkan oleh bank adalah 40% dari penghasilan (gaji) perbulannya. Contohnya seperti tabel dibawah ini :

 

 

Jika kamu mempunyai penghasilan (gaji) sebesar Rp 10 juta/bulannya, maka cicilan pinjaman kredit maksimal yang dapat diperbolehkan oleh bank 40% nya adalah Rp 4 juta. Sedangkan untuk 60% atau Rp 6 juta sisanya dianggap oleh bank untuk memenuhi keperluan hidup sehari hari.

Berarti semakin besar penghasilan (gaji) berarti semakin besar pula untuk peluang supaya disetujui? Tidak juga
Pihak bank juga pastinya akan melihat berapa total seluruh pengeluaran disetiap bulan, cicilan mobil , cicilan motor , gaya hidup, KTA, kartu kredit dan cicilan lainnya dan sebagainya. Maka semakin kecil pengeluaran kemungkinan untuk disetujui akan semakin tinggi. Mungkin saja konsumen yang mempunyai gaji 10 juta justru lebih disukai oleh pihak bank dibandingkan konsumen yang mempunyai gaji Rp 20 juta. Ilustrasinya terlampir :

Simulasi Gaji bulanan

 

 

 

 

 

Contohnya : Jika 2 orang (si A dan Si B) mengajukan pinjaman ke bank dengan angsuran sebesar Rp 2 juta setiap bulannya, maka yang akan berpeluang disetujui oleh bank adalah si B.
Bagaimana jika si A ingin supaya peluang disetujuinya juga tinggi? Si A dapat menggunakan cara join income dengan istri

Apakah setiap uang yang telah diterima disetiap bulannya dianggap sebagai suatu penghasilan (gaji) ? Tidak semuanya

Baca juga : Berapakah Gaji Anda Sekarang ini Rasio Kredit yang dapat Diajukan

Bagi karyawan :
Yang dianggap sebagai penghasilan (gaji) adalah yang diterimanya rutin di tiap bulannya. Contoh : gaji pokok dan tunjangan jabatan. Sementara, penerimaan lain di;iar gaji pokok dan tunjangan yang tidak rutin tidak akan dianggap sebagai suatu penghasilan . Contoh: tunjangan dinas , uang lembur atau tunjangan kesehatan.
Untuk karyawan kontrak kurang disukai oleh pihak bank, apalagi jika yang bersangkutan masih dalam status magang. Jadi yang masih magang (outsourch) sebaiknya jangan dulu untuk mengajukan pinjaman ke bank sebelum diangkat menjadi pegawai tetap

Bagi pengusaha :
Rata-rata dalam 6 bulan terakhir penerimaan uang yang tercantum pada sebuah rekening tabungan/giro itu yang akan dianggap sebagai penghasilan.
Bagaimana jika di setiap bulannya penghasilan berbeda-beda? Di bulan januari masuk Rp 100 juta, di bulan februari yang masuk hanya Rp 5 juta? Biasanya penghasilan tipe seperti ini merupakan penghasilan dari pengusaha kontraktor yang mengerjakan suatu project. Pihak bank pasti akan menghitung, apakah jumlah penghasilan yang diterima itu cukup untuk membayar di bulan selanjutnyanya bukan hanya dibulan berjalan saja.
Bagaimana misalnya usahanya baru mulai berjalan? Standar dari bank adalah usaha yang anda kerjakan sudah berjalan minimal sudah 2 tahun, jika kurang dari 2 tahun maka akan dilihat dari segi faktor lainnya yang akan meyakinkan bahwa usaha anda akan bertahan lama.

Bagaimana jika pendapatan atau penghasilannya tidak selalu masuk ke dalam rekening? Perlu verifikasi dari bank, mereka akan datang ke lokasi kerja untuk menghitung jumlah traffic pembelian di beberapa hari yang berbeda

Baca Juga : Bedanya Wiraswasta dan Karyawan saat Pengajuan KTA

3. Jaminan
Ketika sudah lolos dari laporan SLIK (informasi debitur) dan perhitungan pendapatan atau penghasilan yang mencukupi maka selanjutnya yang terakhir dilihat oleh pihak bank adalah Jaminan. Suatu jaminan dianggap oleh pihak bank sebagai second way out. Dalam artian jika suatu saat si debitur bermasalah dalam pembayaran cicilannya sehingga menjadi kolektibilias 5 maka jaminan tersebutlah yang akan digunakan untuk dapat menutupi sisa hutangnya.

Jaminan Sertifikat tanah

Dalam pengajuan pinjaman KPR untuk membangun atau merenovasi rumah, jaminan yang layak dan dapat digunakan adalah sertifikat tanah yang akan dibangun. Pihak bank menilai jaminan ada 2 yaitu dari nilai likuidasi dan dari nilai pasar. Nilai likuidasi berbeda-beda aturan untuk setiap bank, biasanya sekitar 70% dari nilai pasar. Besar untuk Pengajuan kredit KPR yang akan disetujui biasanya akan dipatok tidak lebih dari nilai likuidasi

Misalnya :
Nilai pasar hasil appraisal = Rp 950 juta
Nilai likuidasi = 70% x Rp 950 juta = Rp 665 juta
Kredit yang disetujui = Rp 665 juta (maksimal)

Baca Juga : Begini Cara Bank Menyetujui Pinjaman Anda

Bagaimana jika suatu pinjaman kredit KPR yang akan diajukan melebihi dari nilai likuidasi ? Silahkan cek penjelasannya skema dibawah ini :

Skema Kredit yang akan Digunakan dalam Membangun Rumah

  1. KTA (Kredit Tanpa Agunan)
    Sesuai dengan namanya kredit ini mempunyai kelebihannya adalah tanpa agunan, kelemahannya yaitu bunganya cukup tinggi.
  2. Kredit Multiguna
    Kredit multiguna ini digunakan bebas, sekehendak anda asalkan dapat membayar angsurannya saja.
    Bolehkah untuk biaya pesta pernikahan? Boleh
    Bolehkah untuk menutup hutang ke bank lain? Boleh
    Bolehkah untuk membangun atau merenovasi rumah? Boleh saja tapi nilainya tidak boleh lebih besar dari nilai likuidasi jaminan.
  3. Kredit Renovasi atau Pembangunan Rumah
    Yang paling cocok dan sesuai yaitu kredit renovasi atau pembangunan rumah, nama produknya bisa bermacam-macam. Kelebihannya yaitu bunganya paling murah dan jumlah kredit bisa melebihi nilai likuidasi awal.
Contoh
Nilai pasar hasil appraisal= Rp 500 juta (nilai tanah Rp 400 juta + nilai bangunan Rp 100 juta)
Nilai likuidasi awal = 70% x Rp 500 juta = Rp 350 juta
Rencana renovasi = Rp 400 juta

Maka nilai pasar dengan bangunan baru adalah 
= tanah + bangunan baru
= Rp 400 juta + Rp 400 juta
= Rp 800 juta

Nilai likuidasi dengan bangunan baru adalah 
= 70% x Rp 800 juta = Rp 560 juta
Kredit yang disetujui = Rp 560 juta (maksimal)

Jika anda menggunakan pinjaman multiguna dan KTA , perhitungan maksimal kredit akan lebih kecil dari kredit pembangunan rumah.
Mungkinkah pencairan tersebut dilakukan sekaligus? Tidak mungkin

Biasanya anda akan diminta untuk merenovasi rumah sebesar DP, tunjukkan progressnya ke pihak bank. Setelah itu pihak bank akan melakukan pencairan kredit secara berkala dan bertahap berdasarkan progress dalam pembangunan rumah anda

Baca ini Dijamin Punya Rumah , Mau Banget Punya Rumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *