Terlilit Utang KTA atau Kartu Kredit : Pakai Pihak ke 3 atau Program Manajemen Utang?

Terlilit Utang KTA atau Kartu Kredit - Pakai Pihak ke 3 atau Program Manajemen Utang

Mengajukan kredit pinjaman seperti KTA atau Kartu Kredit atau kredit pinjaman lainnya di lembaga keuangan dapat dilakukan disaat kita sedang membutuhkan dana darurat seperti dana untuk pernikahan, biaya perawatan rumah sakit, pendidikan, atau bisa juga untuk berbelanja dengan menggunakan kartu kredit. Satu hal yang paling sering terlewat sebelum mengajukan kredit pinjaman di bank yaitu kamu tidak mempunyai perhitungan secara detil mengenai kemungkinan atau tidaknya seseorang bisa melunasi utang kredit tersebut di kemudian hari. Dampaknya seseorang tadi bisa saja terlilit utang yang menumpuk kemudian dikejar-kejar oleh pihak debt collector dari bank.

dikejar-kejar oleh pihak debt collector

Di saat sedang terlilit utang biasanya seorang nasabah akan sering menanyakan ke pihak bank yaitu cara untuk bisa mendapatkan program restrukturisasi kredit atau suatu program keringanan dari bank supaya utang yang dia punya bisa lebih ringan untuk dapat dilunasi. Tidak semua orang (nasabah) tahu caranya untuk mendapatkan suatu program keringanan ini atau restrukturisasi kredit ini, kebanyakan orang (nasabah) akan mencari tenaga bantuan supaya dapat meringankan serta membantu mereka dalam membebaskan diri dari jeratan utang tersebut. Sering kali terdengar di masyarakat luas ada banyak berbagai macam cara yang tersaji bagi nasabah yang mempunyai masalah (jeratan utang) supaya dapat terbebas bagi Anda (nasabah) yang terlilit utang KTA dan Kartu Kredit. Kira-kira apa saja yang menjadi perbedaan dan mana yang lebih baik untuk Anda (Nasabah) ? mari kita simak poin-poin berikut :

Definisi Restrukturisasi Kartu Kredit
Sebelum melangkah ke jenis bantuan mana yang cocok bagi Anda (nasabah), ada baiknya terlebih dahulu untuk mengetahui apa itu yang dimaksud restrukturisasi kartu kredit yang didapat oleh nasabah saat sedang terlilit utang. Menurut Peraturan Dari Bank Indonesia, restrukturisasi kredit merupakan upaya perbaikan yang dilakukan oleh pihak Bank dalam rangka kegiatan perkreditan terhadap debitur yang sedang mengalami kesulitan keuangan untuk dapat memenuhi kewajibannya. Program restrukturisasi kredit ini biasanya membuahkan hasil yaitu dapat meringankan nasabah sehingga mereka dapat lebih sanggup dalam membayar kewajibannya. Ada beberapa macam jenis program keringanan yang bisa digunakankan contohnya saja : mendapatkan diskon atas kredit yang dia punya, diskon dengan cicilan yang diperpanjang, atau gabungan keduanya.

Hapus Buku, Hapus NPL di Masa Lalu

Pengacara Kartu Kredit
Berbicara mengenai profesi pengacara kartu kredit, mungkin telah sering kita dengar atau sering kita lihat iklannya. Oknum-oknum pengacara kartu kredit ini banyak yang tidak bertanggungjawab dan juga sering memanfaatkan ‘profesi’ ini sebagai ladang pendapatan untuk mencari nafkah. Perlu diketahui juga bahwa untuk kasus kredit macet ini adalah permasalahan antara pihak bank dan pihak nasabah, sehingga sangat tidak masuk akal sekali jika sampai ada pihak ke 3 yang tiba-tiba datang serta menjanjikan akan memberikan pembersihan dan pemutihan atau diskon yang cukup besar sehingga Anda (nasabah) akan keluar dari kejaran debt collector begitu saja. Janji-janji surga sekali.

Gampangnya begini, jika semua orang (nasabah) yang meminjam uang dari pihak bank bisa langsung bebas dari jeratan utang karena pembersihan atau pemutihan si pengacara kartu kredit, berarti semua orang bisa dong seenaknya membuat kartu kredit atau KTA serta mendapatkan uang dengan cuma cuma tanpa harus banting tulang dan bekerja? Yang jadi masalahnya adalah tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena jika Anda (nasabah) mempunyai utang tentu sudah sewajarnya harus dibayar, apalagi jika utang tersebut tercipta karena sifat konsumtif si penggunanya (nasabah) yang tidak dapat mengontrol managemen keuangannya dengan baik, tentunya sikap tanggungjawab akan sangat terlihat jelas di sini.

Tentang Penghapusan Kredit Macet

Selain itu juga, banyak dari oknum-oknum pengacara kartu kredit terkait yang bermunculan iklannya di media massa dan media social akhir akhir ini. Selaras dengan Kode Etik Advokat Indonesia yang telah diterbitkan oleh Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), pada Bab VII Pasal 8 mengenai Ketentuan-ketentuan Lain tentang Kode Etik, menunjukkan bahwa advokat tidak sepantasnya mengiklankan jasanya:

(b) Pemasangan reklame iklan sekedar untuk menarik perhatian orang adalah dilarang termasuk pemasangan reklame papan nama dengan ukuran dan/atau bentuk yang berlebihan.
(f) Sebagai Advokat sangat tidak dibenarkan melalui media massa mencari publisitas (pemberitaan) bagi dirinya sebagai Advokat dan atau untuk menarik perhatian dari masyarakat mengenai tindakan-tindakannya (tingkah laku) sebagai Advokat mengenai perkara (kasus) yang sedang ditanganinya atau sudah ditanganinya, kecuali apabila keterangan-keterangan yang ia (Advokat) berikan itu bertujuan hanya untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum yang wajib (harus) diperjuangkan oleh setiap Advokat.

Pengacara yang terpercaya dan kredibel biasanya sudah terdaftar dalam Asosiasi Advokat/Pengacara. Jika memang pengacara tersebut benar telah terdaftar, maka mereka sangat tidak dibenarkan untuk melawan Kode Etik contohnya: mengiklankan jasanya lewat whatsapp atau SMS. Untuk Detailnya Bab I s.d Bab XII bisa klik disini Kode Etik Advokat Indonesia.

Waspadalah terhadap Oknum yang Tidak Bertanggungawab yang Berkedok Pengacara Kartu Kredit
Tak jarang juga oknum pengacara kartu kredit yang tidak bertanggungjawab mengiming- imingi si nasabah bahwa nantinya akan mendapatkan pembersihan atau pemutihan sehingga tidak perlu lagi untuk membayar angsuran sama sekali, ”this bulshit” ada juga oknum yang menjanjikan diskon hingga 90%. Tidak ada pihak bank yang dapat memberikan janji manis seperti itu, sebab bagaimanapun juga utang yang dimiliki seseorang (nasabah) sudah pasti menjadi tanggung jawab si nasabah untuk dapat dilunasi. Tidak mungkin untuk nasabah dapat bebas dari utang begitu saja, apalagi sampai tidak membayar sama sekali.

Selain itu pula, banyak oknum pengacara kartu kredit yang tidak bertanggungjawab juga meminta para nasabahnya untuk mentransfer terlebih dahulu biaya di depan, agar proses selanjutnya dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membayar ke pihak bank sehingga Anda tidak perlu untuk melunasi lagi “bulshit lagi”. Perlu digarisbawahi bahwa jasa mediasi yang benar seharusnya meminta si nasabah untuk dapat mentransfer langsung seluruh biayanya ke pihak bank, tanpa melalui perantara. Jika memang biaya yang diminta merupakan biaya jasa, maka sudah seharusnya biaya tersebut dibayarkan disaat hasil negosiasi dengan pihak bank sudah disepakati oleh kedua belah pihak (nasabah dan pihak bank), dan telah mencapai kata sepakat.

Berikut ini adalah merupakan contoh-contoh modus penipuan “angin surga” yang sering dilakukan oleh oknum pengacara kartu kredit yang tidak bertanggungjawab :

  • Menjanjikan potongan yang tidak masuk akal (pemutihan, pembersihan , cicilan Rp 50.000 – 100.000,- per bulan, diskon 90%)
  • Alamat kantor sering berubah-ubah, atau fiktif
  • Meminta dana ditransfer dimuka tanpa ada hasil resmi dari pihak bank terlebih dahulu
  • Iklan jasa pengacara kartu kredit terlihat di iklan baris media massa (koran), SMS, WhatsApp dan beberapa lainnya melalui spam di email atau media sosial lainnya seperti facebook
  • Sering menggunakan nama atau foto wanita seakan-akan sebagai pengacara kartu kredit (Care , sanggup, peduli) untuk menangani masalah kartu kredit Anda.

Pihak Bank Indonesia ataupun OJK menyarankan agar masyarakat (nasabah) sebaiknya tidak menyelesaikan masalah kartu kreditnya melalui pihak ke 3 (pengacara). Tawaran ini acap kali apalagi akan menambah berat beban masalah finansial si nasabah sendiri.

Kami sangat menyarankan untuk Anda (nasabah) agar lebih hati hati dan waspada terhadap modus-modus penipuan (pihak ke 3) dalam mengatasi utang KTA/kartu kredit Anda. Minimnya informasi dan kurangnya kewaspadaan yang Anda punya dapat mengakibatkan kerugian finansial yang malah jauh lebih besar dampaknya.

Bagi yang mau atau butuh untuk Cek BI Checking [SLIK] untuk mengetahui detail tunggakan pokok, tunggakan bungandan denda bisa klik Disini CARA ORDER

Cara Rescheduling Untuk Tagihan Kartu Kredit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *