Lebih Baik KPR Syariah Atau Konvensional

Lebih Baik KPR Syariah Atau Konvensional

Setiap orang pastinya bercita-cita untuk mempunyai rumah impian sendiri.Tapi harga rumah yang mahal membuat orang mesti berpikir ulang untuk membeli rumah secara tunai. Pilihan alternatif untuk mendapatkan rumah dalam waktu cepat dengan biaya ringan adalah dengan mengajukan KPR. Dalam dunia perbankan konvensional Indonesia tidak bisa lepas dengan namanya bunga bank. Seperti pada praktek KPR. Karena pihak nasabah dibebankan bunga bank dan kelebihan atas pinjaman untuk membeli rumah.

Jika anda masih ragu dengan sistem bunga termasuk riba yang terdapat pada KPR bank konvensional maka anda bisa mengambil KPR syariah. Kalau diperbandingkan sistem KPR syariah lebih menguntungkan bagi nasabah ketimbang KPR bank konvensional. Misalkan anda membeli rumah dengan KPR syariah. Apabila anda membeli tunai rumah itu hari ini sebesar Rp 350 juta. Namun apabila membeli rumah itu dengan jangka waktu lima tahun sebesar Rp 500 juta.Lebih Baik KPR Syariah Atau KPR Konvensional

Prosedur berikutnya adalah membayarkan uang muka sebesar Rp 105 juta kepada pihak pengembang. Setelah developer membangun rumah sampai jadi, berikutnya diserahterimakan kepada pembeli. Sekarang resiko kredit rumah atau KPR berada di tangan pengembang sampai lunas. Apabila pihak pembeli membayar angsuran secara lancar itu tak jadi masalah. Namun yang jadi masalah ketika pembeli tidak sanggup membayar cicilan rumah dengan alasan usaha yang sedang bangkrut dan tengah di PHK. Maka pihak developer akan melakukan berbagai upaya supaya piutang pembeli lunas tanpa menyita rumah dan menzalimi pihak pembeli. Hal inilah yang membedakan kredit kepemilikan rumah secara syariah dan konvensional.

Lebih Baik KPR Syariah Atau Konvensional

Sedangkan kalau bank konvensional jika pembeli tak sanggup membayar cicilan beserta denda atau menunggak hingga lima bulan angsuran maka rumah bisa dilelang secara paksa. Kemudian dijual rumah itu dibawah harga pasaran. Pihak pembeli terusir dari rumah itu dan tidak dapat memperoleh apapun dari pelelangan rumah itu. Yang ada hanyalah penyesalan.Hal ini berbeda sekali jika anda mengambil KPR di bank syariah. Ketika pembeli tidak sanggup lagi membayar cicilan maka rumah itu tidak disita dan bukan milik bank. Tapi milik berdua antara pembeli dan bank. Yang kemudian rumah itu dijual bersama-sama sesuai harga pasaran. Dan hasil penjualan dibagi secara adil antara pihak pembeli dan bank. Jadi lebih untung mana KPR di bank konvensional atau KPR syariah? Tentu saja KPR di bank syariah.

Dimana tidak ada biaya apapun. Kalau KPR di bank konvensional ada biaya tambahan seperti biaya provisi, biaya administrasi dll yang memeras pembeli yang bisa mencapai Rp 4 jutaan. Di KPR syariah pada waktu adanya keterlambatan dalam pembayaran cicilan maka pihak pembeli tidak dikenakan denda setiap bulan. Sebab menurut hukum Islam itu termasuk riba. Apabila pihak pembeli meninggal dunia maka ahli waris atau istrinya yang meneruskan pembayaran cicilan rumah.

Sesuai keinginan dan budget keuangan yang dimiliki

Contoh kasus KPR syariah. Jika akad kedua belah pihak antara pembeli dan bank atau pengembang sepakat harga jual rumah sebesar Rp 500 juta untuk lima tahun. Dan pihak pembeli telah membayarkan sebesar Rp 200 juta sebagai uang muka berarti sisa utang pembeli kepada pihak pengembang sebesar Rp 300 juta. Karena bisnis yang dijalani oleh pihak pembeli gulung tikar atau pembeli diberhentikan dari pekerjaan membuat ia tidak sanggup lagi membayar cicilan rumah lagi. Oleh sebab itu, disepakatilah untuk menjual rumah tersebut secara bersama-sama sesuai harga pasaran sebesar Rp 550 juta. Setelah rumah terjual maka uang hasil penjualan rumah tersebut Rp 300 juta diberikan kepada pihak developer untuk melunasi utang pembeli. Sedangkan uang sisanya sebesar Rp 250 juta milik pembeli seutuhnya. Jadi pembeli untung Rp 50 juta berkat kenaikan harga rumah.

Baca Juga : Penyebab Pengajuan KPR Ditolak atau Tidak Disetujui Bank

Membeli rumah secara kredit pada dasarnya sebuah investasi di jangka panjang. Namun sistem KPR yang diterapkan oleh bank konvensional umumnya merugikan pihak pembeli. Disebabkan adanya bunga bank dan penyitaan jika pembeli tak mampu membayar cicilan. Oleh sebab itu, alternatif terbaik bagi pembeli untuk memilih KPR syariah yang menjalankan proses transaksi dan akad sesuai prinsip syariah.

Lebih baik KPR syariah atau konvensional? Itu terserah pilihan anda. Namun setelah mengetahui perbedaan dan perbandingan antara KPR syariah dan konvensional maka kita dapat mengetahui bahwa KPR Syariah lebih unggul, halal dan menguntungkan. Bagaimana anda tertarik mengikuti KPR syariah?

Supaya KPR Disetujui 99%, Tanpa Ada Penolakan dari Bank Manapun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *