Telat Membayar KPR Ini Konsekuensinya

Telat Membayar KPR Ini Konsekuensinya

Pinjaman dalam jangka waktu yang lama memang mempunyai resiko besar tersendiri, ini karena dalam masa pelunasan yang panjang bisa saja terjadi hal-hal tidak diinginkanbisa terjadi sehingga dapat menyebabkan seorang nasabah mengalami kejadian fase gagal bayar. Contohnya saja angsuran KPR, sebagai salah satu jenis pinjaman kredit dalam jangka waktu yang panjang juga mempunyai resiko gagal bayar.

Apapun jenis pinjaman kreditnya terutama yang menggunakan agunan, disaat nasabah lupa dalam melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya kepada bank maka resiko penyitaan barang jaminan akan muncul, jaminan inilah yang akan dijadikan sebagai agunan di bank penjamin. Tidak terkecuali dangan pinjaman kredit KPR.

Konsekuensi Keterlambatan

Bank sebagai salah satu lembaga keuangan yang telah memberikan pinjaman kredit kepada nasabah mempunyai hak (penyitaan) penguasaan atas objek yang telah dijadikan sebagai jaminan ketika si debitur dengan sengata atau tidak sengaja sudah melalaikan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam pembayaran kredit atau menunggak.

Penyitaan sebagai sebuah aset (dalam hal ini rumah KPR) yang menjadi jaminan tidak serta merta dilakukan tanpa sebab apabila anda telat bayar cicilan rumah KPR. Yang artinya bahwa, anda masih mempunyai kesempatan untuk dapat menyelamatkan aset rumah tersebut.

Baca Juga : Cara Menjaga Reputasi BI Checking [SLIK] Dengan Cara ini

Namun ketika sudah terjadi saat anda sudah telat dalam membayar cicilan angsuran bulanan lewat dari tanggal jatuh tempo, pertama kali akan dikenakan denda keterlambatan atau biasa disebut denda berjalan. Besaran denda ini biasanya kisaran antara 0.5 hingga 1% dari jumlah cicilan kredit bulanan dikalikan dengan jumlah hari keterlambatan.

Dan denda tersebut baru akan berhenti jika kewajiban denda tersebut sudah anda lunasi cicilan bulanan yang menunggak.

Terkait dengan keterlambatan pembayaran cicilan kredit KPR bulanan, ada beberapa prosedur sebelum dilakukan penyitaan pada rumah KPR.

1. Pemberitahuan Melalui SMS dan Telepon
Jangankan telat membayar, belum masuk jatuh tempo saja dari pihak bank sudah terus menerus menghubungi anda baik melalui sms maupun telepon. Ini bertujuan supaya anda segera dapat melakukan kewajiban dan tanggung jawab untuk pembayaran sesuai kesepakatan perjanjian kredit.
Biasanya pemberitahuan informasi ini berlangsung selama 7 hari kerja sebelum masuk tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan atau hingga anda sudah membayar cicilan tagihan.

2. Surat Teguran
Setelah mendapatkan pemberitahuan melalui sms dan telepon tidak juga digubris atau anda tidak meresponnya yang baik, maka bank akan langsung memberikan surat teguran. Surat teguran ini biasanya akan diberikan langsung oleh bank melalui salah satu pegawainya.
Saat surat teguran ini diberikan tujuannya adalah sejatinya bank masih memberikan waktu dan cukup kesempatan serta menunggu niat baik dari anda selaku nasabah. Dan bila ini masih menemui kendala finansial, anda dapat langsung konsultasi dan mengungkapkannya secara langsung kepada pihak bank dan meminta penjadwalan ulang atas pinjaman kredit KPR tersebut.

Surat Peringatan

3. Surat Peringatan Pertama (SP 1)
Setelah surat teguran tertulis yang telah disampaikan oleh pihak bank tidak juga dapat direspon dengan baik, maka setelah 1 bulan berlalu dari surat teguran tertulis anda akan segera menemui Surat Peringatan Pertama (SP 1).
Saat surat (SP 1) ini sudah diberikan oleh pihak bank, maka dapat diartikan status kredit anda sebagai debitur bank telah diturunkan. Dari sebelumnya Kredit dalam perhatian khusus (DPK) menjadi Kredit kurang lancar itu artinya dilaporan SLIK status kolektibilitas 3.
Tentu saja ini sangat berpengaruh pada status riwayat kredit (SLIK) anda yang tentunya mempengaruhi setiap pengajuan kredit berikutnya sehingga akan sulit mendapatkan persetujuan pembiayaan pinjaman kredit dari lembaga keuangan.
Sampai SP 1 ini pun turun pihak bank masih tetap membuka peluang bagi anda supaya dapat melakukan pembayaran yang menunggak. Bank juga biasanya akan menawarkan program penjadwalan ulang atau Rescheduling supaya dapat menghindari kredit macet.

 

Baca juga : Cara Rescheduling Untuk Tagihan Kartu Kredit

4. Surat Peringatan Kedua (SP 2)
Jika pemberian SP 1 ini tidak juga direspon baik dari anda, maka selang waktu 2 sampai 3 minggu maka akan dikirimkan kembali Surat Peringatan Kedua (SP 2). Dengan begitu status kredit anda akan semakin memprihatinkan dimata lembaga keuangan, yang tadinya statusnya Kredit Kurang Lancar turun menjadi Kredit yang Diragukan.
Selain mengirimkan kembali surat peringatan, pihak bank juga pastinya melampirkan billing tagihan KPR yang belum sempat dibayarkan beserta denda dan juga bunga sekaligus penality yang jumlahnya bisa geleng geleng kepala.

Di tahap ini pula pihak bank masih membuka peluang untuk anda sebagai nasabahnya supaya dapat memberikan respon yang baik, apabila Anda ingin mempertahankan kepemilikan rumah KPR. Ada baiknya ditempuh dengan cara jalan Rescheduling, Reconditioning maupun Restructuring.
Pihak bank juga tidak akan gegabah dalam melakukan penyitaan aset rumah KPR, meskipun bank mempunyai wewenang tersebut.

Jika telat bayar KPR

5. Surat Peringatan Ketiga (SP 3)
Setelah surat peringatan ke 2 tidak juga diindahkan, maka kemudian pihak bank akan mengirimkan Surat Peringatan ke 3 atau surat peringatan yang terakhir. Dengan begitu histori kredit menjadi menjadi Kredit Macet.
Dan ketika anda sudah mendapat surat SP 3 ini namun tidak juga memberikan respon positif maupun itikad yang baik dari Anda untuk menyelesaikan setiap kewajiban dan tanggung jawab pembayaran pinjaman, maka pihak bank akan memberikan opsi yang terakhir. Yakni dengan memberikan pilihan untuk menjual rumah KPR tersebut dengan jangka waktu yang telah dibatasi untuk dapat melunasi kewajiban pembayaran tunggakan kredit tersebut.

histori kredit menjadi menjadi Kredit Macet
histori kredit menjadi menjadi Kredit Macet

Sekarang ini anda masih mempunyai kesempatan dan waktu untuk mempertahankan aset rumah KPR dan juga menyelamatkan nama baik anda yang sudah terlanjur buruk di mata bank. Jadi dapat dibilang penyitaan aset rumah KPR merupakan opsi yang terakhir.

Pelaksanaan Penyitaan Aset Rumah KPR
Dan bila pilihan opsi dari bank dengan pemberian surat peringatan 1 hingga 3 kali secara berturut-turut tidak dapat direspon baik oleh anda, maka bank mempunyai hak untuk melakukan penyitaan terhadap aset rumah KPR Anda tersebut.

Setelah pihak bank melakukan penyitaan jaminan pada aset rumah KPR tersebut, maka bank biasanya melakukan beberapa tindakan, yaitu :

  • Menjual aset rumah melalui lelang jaminan,
  • Menjual aset rumah tanpa melalui lelang atau bawah tangan,
  • Dan dapat juga dilakukan dengan cara penebusan jaminan.

Dan saat penyitaan aset ini, anda masih mempunyai peluang untuk mendapatkan rumah tersebut dengan cara melakukan penebusan jaminan. Untuk harga tebusan tersebut tentunya telah ditentukan oleh bank selaku pemegang hak tanggungan.

Namun apabila tidak juga ada itikad baik untuk penebusan jaminan dari anda sebagai nasabah, maka jangan salahkan pihak bank jika mereka segera melakukan lelang pada jaminan tersebut dengan diketahui oleh pihak-pihak yang terkait.
Bank sebagai pemegang Hak tanggungan jaminan memang mempunyai hak untuk melakukan tindakan penyitaan aset jaminan sesuai hukum yang berlaku yaitu seperti yang tertera dalam Undang undang Nomor 4 Thn 1996 pasal 6, mengenai Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang berkaitan dengan Tanah.

Rumah di Sita karena telat bayar

Sekali lagi perlu digarisbawahi bahwa untuk tindakan penyitaan jaminan ini merupakan langkah terakhir, karena dari pihak bank masih memberikan toleransi kepada nasabahnya jika memang anda mempunyai kesulitan keuangan. Dan yang perlu ditekankan jangan coba coba untuk menghindari dari masalah hutang seperti ini, tentunya akan lebih baik jika anda berani bertanggung jawab , hadapi dan segera temui pihak bank secara langsung konsultasikan masalah anda.

Dan jika memang masih memungkinkan anda dapat mengajukan proses penjadwalan pinjaman maupun take over kredit agar nama anda tidak semakin buruk dimata lembaga keuangan. Sikap kooperatif anda sangat menentukan dan berpengaruh pada saat saat seperti ini.

Jika anda merasa bahwa dari pihak bank yang membuat anda merasa tidak nyaman dalam prosesnya dan tindakannya saat sedang melakukan penagihan tagihan maka ada jalur hukum yang dapat ditempuh.

Dan ini menjadi pelajaran buat kita semuanya karena reputasi kredit di bank jauh lebih berharga dari uang, maka jangan sampai pernah main-main dengannya. Jika tidak ingin mempunyai hutang maka janganlah berhutang, so simple.

Pembahasan Lengkap Tentang Kolektibilitas Kartu Kredit Menurut Bank Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *